Polda Riau Diminta Usut Tuntas Aksi Penimbunan BBM di Rokan Hulu

Ruslan
113 view
Polda Riau Diminta Usut Tuntas Aksi Penimbunan BBM di Rokan Hulu
Muhammad Suhendri, Ketua BEM Se-Rohul.

ROKAN HULU, datariau.com - Muhammad Suhendri selaku Kordinator Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Rokan Hulu (BEM Se-Rohul) meminta Kapolda Riau usut tuntas dugaan penimbunan BBM di Rohul, hal ini dikatakannya pada Sabtu (15/5/2021).

Sebelumnya personel Babinsa Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat menemukan lokasi yang diduga tempat penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.

Lokasi ini pertama kali ditemukan oleh Babinsa Koramil 02/Rambah dari Kodim 0313/KPR Serda Dedy Nofery Samosir.

Baca juga: Ditemukan Tempat Penimbunan BBM di Desa Rambah Tengah Utara Rohul


Sementara pihak Polisi sudah mengamankan 7.000 liter BBM jenis premium.

BBM premium timbunan ditemukan 10 tangki air, 8 tangki masih penuh dan 2 tangki sudah dalam kondisi kosong.

Selain tangki berisikan ribuan liter BBM premium, pompa, selang, jerigen serta timbangan di Mapolres Rohul.

Muhammad Suhendri menuturkan bahwa penimbunan minyak jelas-jelas melanggar hukum dan harus ditindak.

"A. Pasal 53 jo. Pasal 23 ayat (2) huruf c Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (“UU 22/2001”) kemudian mengatur bahwa, Setiap orang yang melakukan, A. Pengolahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 tanpa Izin Usaha Pengolahan dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling tinggi Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah); B. Pengangkutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 tanpa Izin Usaha Pengangkutan dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling tinggi Rp40.000.000.000,00 (Empat puluh miliar rupiah)," sebut Suhendri mengutip Undang Undang.

Kemudian di tambahkannya bahwa poin selanjutnya dalam pasal tersebut berbunyi:

"A. Penyimpanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 tanpa Izin Usaha Penyimpanan dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling tinggi Rp30.000.000.000,00 (tiga puluh miliar rupiah), b. Niaga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 tanpa Izin Usaha Niaga dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling tinggi Rp30.000.000.000,00 (tiga puluh miliar rupiah)," tutur Muhammad Suhendri.

"Dengan begitu kita betul minta keseriusan Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus dugaan penimbunan BBM di Rohul," tutupnya. (*)

Tag:Minyak