TAPUNG, datariau.com - Pj.Bupati Kampar Dr.H.Kamsol.MM didampingi beberapa kepala OPD dan Direktur Program Pendidikan Tanoto Foundation Ari Widowati dan staf, menghadiri acara Kunjungan Sekolah Mitra Program Organisasi Penggerak Pintar Penggerak Tanoto Foundation di Desa Pertapahan Jaya Kecamatan Tapung.(4/7/2022).

Pada kesempatan itu Ari menjelaskan sebagai mitra pemerintah, Tanoto Foundation berkomitmen mendukung pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Salah satu wujud nyata dukungan tersebut, Tanoto Foundation terlibat dalam Program Organisasi Penggerak yang diluncurkan oleh Kemendikbudristek sejak tahun 2021, melalui Program PINTAR Penggerak, Tanoto Foundation hadir di 4 kabupaten mitra,
yakni Kabupaten Kampar (Riau), Kabupaten Muaro Jambi (Jambi), Kabupaten Tegal (Jawa Tengah) dan Kabupaten Kutai Barat (Kalimantan Timur) untuk melatih dan mendampingi kepala sekolah, guru dan orang tua di 263 sekolah jenjang SD dan SMP.
Sesuai mandat Program Organisasi Penggerak, Program PINTAR Penggerak mendemonstrasikan praktik baik dalam pembelajaran, kepemimpinan sekolah dan partisipasi orang tua untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam literasi, numerasi dan sains. Teknologi secara aktif dipergunakan dalam proses pelatihan dan pendampingan kepala sekolah, guru dan orang tua mitra.
Tanoto Facilitator Gathering (TFG) adalah salah satu rangkaian kegiatan peningkatan kapasitas para pendidik unggul yang menjadi fasilitator pelatihan dan pendampingan bagi pendidik lain. Selain sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, TFG membuka kesempatan bagi para fasilitator untuk berinteraksi dengan para ahli dan tokoh-tokoh inspiratif dibidang pendidikan. Salah Satu Tokoh Inspiratif yang menjadi Narasumber yaitu Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbudristek Iwan Syahril
Phd, yang sekaligus melakukan kunjungan sekolah mitra dan berdialog dengan para kepala sekolah.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Direktur Jendral Guru dan Tenaga Pendidik Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset dan Teknologi (Dirjen GTK Kemendikbudristek) RI Dr. Iwan Syahril, Ph.D, Direktur Program Pendidikan Dasar Tanato Faundation Ari Widowati, Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olah Raga yang di wakili oleh Sekretaris H. Aidil, Kepala Kesatuan Pol PP Nurbit. S.Ip. MH, Kepala Dinas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Afdal.ST.MT, Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Kampar Yuricho Efril,S.STP, Kepala Dinas Sosial Muhammad, Camat Tapung Sofian, Kepala Desa Tapung Jaya Uli Hadirun dan seluruh Kepala Sekolah dan Guru.
Dalam arahannya Pj Bupati Kampar menyampaikan jumlah tenaga guru per Juni 2022 sebanyak 11.694 tenaga guru dengan rincian Guru PAUD sebanyak 2.246, Sekolah Dasar (SD) 6.719 dan tenaga guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 2.729.
Kamsol juga merinci jumlah guru ASN dan Non ASN, untuk PAUD terdapat 152 tenaga pengajar ASN dan Non ASN sebanyak 2.094. Untuk Tenaga Guru Sekolah Dasar (SD), 3.112 ASN dan Non ASN 3.607, serta untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) Terdata 1.245 ASN dan 1.484 Non ASN.
Ditambahkannya saat ini Pemerintah Kabupaten Kampar terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan untuk menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan tehnologi informasi, jika tidak maka kita akan tergilas oleh zaman.
Ia juga memaparkan dengan era reformasi 4.0 seluruh unit kerja akan didominasi oleh tehnologi. Bukan saja pintar namun juga dibarengi dengan iman dan taqwa. Maka disinilah dibutuhkan peran guru dalam mendidik anak-anak yang berilmu, berakhlak dan bermoral.
?Dengan berkembangnya teknologi di era digitalisasi 4.0, orang bisa secara instan mendapatkan apa saja yang diinginkan, tentu saja hal ini tidak terlepas dari kecerdasan dan skil yang kita miliki?ujarnya.

Pj. Bupati juga memberikan apresiasi kepada Tanoto Foundation yang telah melatih 668 guru, yang semua ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, manajemen sekolah, peran serta masyarakat dan budaya baca dengan partisipasi aktif mencapai 90 persen.
Dirinya berharap Kepada para kepala sekolah, guru-guru yang sudah sudah menjadi mitra dan dilatih ini, mari kita siapkan beberapa komponen penting, yakni berkarakter, kompetensi dan literisasi baik sebagai kepala sekolah, guru maupun siswa karena dengan kemampuan itu barulah kita dapat dikatakan ?Super Smart Society? dan ?Artificial intelijen? yang menuntut skil, pekerja keras, ulet, rajin dan bermoral.
Dalam arahnnya Dirjen GTK Kemdikbudristek RI Dr. Iwan Syahril, Ph.D, menyampikan Melalui Program PINTAR atau pengembangan inovasi untuk kualitas pembelajaran, Tanoto Foundation berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Indonesia dengan memperbaiki kualitas pembelajaran dan kepemimpinan sekolah.
Dalam kunjungannya itu, Ia juga menyempatkan diri bercengkrama dengan salah seorang guru. Dirinya berpesan untuk meningkatkan minat baca anak-anak, jangan hanya terfokus ke buku yang isinya terlalu serius. Selingi juga dengan buku lain agar anak tidak merasa bosan.
"Kalau bisa letakan saja buku-buku yang membuat anak-anak nyaman seperti halnya buku-buku fiksi sekaligus disitu bisa menimbulkan imajinasi anak-anak untuk berkarya", Tambah Iwan.
Sementara itu, wali kelas yang Sekolah Dasar Negeri 024 Petapahan jaya Kecamatan Tapung Mahmuda yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut menunjukkan karya para siswanya di SMPN III Kecamatan Tapung tersebut merasa kurangnya buku penunjang dan yang ada saat ini hanya beberapa buku yang dibaca oleh setiap siswa yang piket.
"Aksi dari anak-anak ini dinamakan Aksi Peningkatan Literasi Kegiatan Siswa (APLIKASI), dan dalam model pengaplikasiannya ini ada dua jenis yakni Literasi Bersama Siswa (LIBAS) dan Gerakan Bersama Kegiatan Budaya Pojok Baca (Gebrakan Bocah) di Sekolah", Imbuh Mahmuda.
"Dimana sebelum proses pembelajaran di mulai para siswa diberikan waktu 15 menit untuk membaca cerita fiksi pada setiap kelas", Tambahnya.
Sementara itu, dengan tingginya antusiasme para siswa terhadap membaca buku yang ada pada pojok baca tersebut pihaknya merasa kurangnya buku yang berada pada pojok baca tersebut.
"Alhamdulillah berkat dukungan dari para wali murid dikelas yang saya ajarkan itu bukunya ditambah oleh wali murid, dan saat ini buku itu masih sedikit serta besar harapan kami adanya penambahan buku bacaan di pojok baca ini sehingga semua siswa dapat membaca atau menggunakan buku yang ada", Harap Mahmuda. (das).