Pernah Hidup Sebatang Kara di Kota Pekanbaru, Begini Perjalanan Karir Kordias Pasaribu

datariau.com
9.070 view
Pernah Hidup Sebatang Kara di Kota Pekanbaru, Begini Perjalanan Karir Kordias Pasaribu

PEKANBARU, datariau.com - Kordias Pasaribu, nama yang mungkin semua warga Pekanbaru dan Riau tak asing dengannya. Ya, dia merupakan politisi senior dari PDIP dan juga menjadi Anggota DPRD Riau.

Namun siapa sangka di balik karirnya yang gemilang, Kordias menitinya dari titik nol. Menjadi yatim piatu sejak usia 7 tahun, hidup di panti asuhan hingga merantau sendirian ke Kota Pekanbaru, dan kini Kordias dikenal sebagai pribadi yang tegas dan memiliki optimisme yang kuat.

Lahir di desa terpencil bernama Desa Haunatas Marancar Kabupaten Tanapuli Selatan pada 1976, Kordias Pasaribu berasal dari keluarga yang keadaan ekonominya begitu sulit, harus berjuang untuk hidup dan mewujudkan cita-citanya.

Kordias Pasaribu anak ke-4 dari 6 bersaudara, sejak umur 7 tahun Kordias sudah ditinggal oleh ibunya meninggal dunia, hanya terpaut 1 tahun ayahnya juga meninggal dunia, sehingga membuat dia harus pergi merantau ke Pematang Siantar.

Di sana Kordias untuk bertahan hidup menjadi tukang semir sepatu di Terminal Parluasan, namun pada suatu saat ada seorang Pendeta melihatnya di terminal, dan menawarkan sekolah di Panti Asuhan Elim HKBP Pematang Siantar, dengan senang hati dirinya menjawab mau.

Di Panti Asuhan itulah Kordias menimbah ilmu Sekolah Dasar (SD) hingga tamat STM tahun 1997, setelah itu Kordias memutuskan merantau ke Pekanbaru tanpa ada saudara satupun, tetapi tidak memutuskan semangatnya untuk mengadu nasib di Kota Pekanbaru.

Di Pekanbaru Kordias yang seorang diri tanpa ada orang dikenal maupun keluarga, harus membuatnya tidur di emperan terminal, mulai kerja sebagai kenek angkutan kota hingga menjadi supir angkot dan kenek treler hingga menjadu supir treler, membuat mental dan keberaniannya ditempah menjadi kuat.

Tidak sampai di situ, dirinya juga pernah menjadi tukang sapu di pelabuhan kontainer di salah satu perusahaan di Sungai Duku Pekanbaru.

Kordias menceritakan saat itu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi bahan perbincangan masyarakat terutama sosok ibu Megawati, membuat Kordias tertantang dan nekat untuk masuk menjadi anggota partai dan Satgas PDI.


Dengan postur badan tinggi dan besar membuat Kordias dipercaya menjadi pimpinanan partai, sehingga menugaskan dirinya menjadi bagian terdepan ketika mengawal kunjungan ibu Megawati ke Provinsi Riau.

Mulai tahun 2000 Kordias mengawali karirnya di PDIP menjadi Wakil Ketua PAC Kecamatan Lima Puluh, lalu Komandan Satgas PAC, tahun 2005 dirinya dipercaya menjadi Ketua Kecamatan Payung Sekaki PDIP, Kordias terus mengembangkan dirinya di partai tersebut dan tahun 2007 terpilih menjadi Komandan Satgas DPD dan 2010 terpilih menjadi Ketua DPC Kota Pekanbaru.

Selanjutnya di tahun 2014, Kordias mengikuti pemilihan legislatif dan sukses menghantarkannya menjadi Anggota DPRD Provinsi Riau, di sinilah karir Kordias Pasaribu cemerlang, tidak butuh waktu lama 2015 dia menjadi Ketua DPD PDIP Provinsi Riau dan 2016 menjadi pimpinan DPRD Riau.

Meski begitu, Kordias tetap memiliki keinginan yang kuat untuk melanjutkan kuliah, dia menyelesaikan kuliah Sarjana Hukum (SH) di Universitas Lancang Kuning dan lanjut menyelesaikan kuliah Magister Sains (MSi) di Universitas Riau.

Kepada datariau.com, Kordias Pasaribu menuturkan kecintaan dirinya kepada partai, bukan karena ia menjadi pengurus, ataupun mendapat jabatan.

Menurutnya, partai sudah banyak berkontribusi untuk kehidupannya, yang bukan siapa-siapa menjadi seperti saat ini, bahkan bisa menginjakkan kaki di Istana Negara bertemu dengan Presiden.

“Saya yakin, sangat banyak di luar sana hidupnya seperti saya, bahkan lebih sulit dari saya, hingga saat ini PDIP menjadi partai yang bisa mewujudkan mimpi orang yang dari terlantar, melarat, hingga menjadi orang-orang yang menentukan di bangsa ini,” ujarnya.

Dicontohkannya, mulai dari Presiden, Menteri, Gubernur, Bupati bahkan Walikota dan masih banyak lagi PDIP memberikan ruang seluas-luasnya, untuk semua orang agar bisa meraih mimpinya, dan ikut terlibat membangun bangsa Indonesia.

“Itulah semua sejarah singkat perjalanan hidup saya, semoga itu semua bermanfaat, dan memotivasi kepada semua orang yang membaca, termasuk anak anak muda generasi penerus bangsa ini,” pungkasnya sembari mengucapkan Salam Perjuangan Merdeka.

Penulis
: Denni France
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)