Pemkab Siak dan PT RAPP MoU Program Desa Bebas Api Serta Mengurangi Angka Stunting

Hermansyah
577 view
Pemkab Siak dan PT RAPP MoU Program Desa Bebas Api Serta Mengurangi Angka Stunting
Pemkab Siak kerjasama dengan PT RAPP.

SIAK, datariau.com - Bupati Siak, Drs H Alfedri MSi menyambut baik dan berterimakasih atas dukungan dari PT RAPP dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan percepatan penurunan angka stunting di wilayah Kabupaten Siak.

?Kami atas nama Pemkab Siak menyambut baik, dan mengapresiasi yang telah memberikan penghargaan melalui kebijakan yang telah di programkan manajemen PT RAPP atau April Group yaitu desa bebas api," kata Bupati Siak Drs H Alfedri MSi.

"Termasuk dukungan dalam membantu menurunkan angka stunting," ujar Bupati Siak itu.

Usai penandatanganan MoU Program Desa Bebas Api (Fire Free Village Program) dan Mou percepatan penurunan angka Stunting bersama PT RAPP, yang berlangsung di Ruang Rapat Raja Indra Pahlawan, Kantor Bupati Siak, Kamis (23/6/2022).

Bupati Alfedri menyampaikan, penangganan masalah stunting tidak bisa di selesaikan sendiri, melainkan butuh kolaborasi semua pihak termasuk dengan swasta.

?Kolaborasi pemerintah, dan pihak terkait, khususnya swasta, perguruan tinggi dan para ahli, jadi kunci guna memastikan generasi masa depan mendapatkan nutrisi yang baik," ucap Alfedri.

"Nah, RAPP telah merealisasikan melalui Yayasan Bakti Tanoto. Ini bagian dari pada konsep Etaining atau (ABCG) Akademik, Bisnis (perusahaan) Comenity (masyarakat) dan Government (pemerintah) termasuk media.

"Tentunya Ini termasuk cara paling efektif dalam menyelesaikan persoalan akselarasi tujuan dan sasaran pembangunan,? paparnya.

Dikatakan Alfedri, termasuk pencegahan karhutla di Kabupaten Siak berkat kerjasama semua pihak, baik pemerintah, masyarakat peduli api (MPA), swasta termasuk TNI dan Polri.

?Kalau pak Mulia tadi gunakan data lama, tahun 2021 Alhamdulillah tahun 2022 sampai bulan Juni ini, hanya 17 hektar. Mudah-mudahan tidak bertambah lagi," kata Alfedri.

"Kalau kita betul-betul peduli, dan sadar akan dampak yang ditimbulkan karhutla, kita tidak boleh lalai, karena karhutla 99,9 persen akibat ulah manusia,? jelas Bupati Siak.

?Kami juga mengapresasi RAPP yang telah memprogramkan desa bebas api ini. Jika 5 tahun tak ada kebakaran hutan dan lahan di kampungnya, itu diberikan penghargaan berupa uang sebesar Rp50 juta/kampung. Apa lagi kalau dapat menjaga tata kelola air, dan kelembaban gambut dengan cara sekat kanal itu dapat mencegah karhutla," paparnya.

Alfedri menambahkan, apa yang di programkan PT RAPP itu sejalan dengan kebijakan di Kabupaten Siak ini. Siak, Kabupaten Hijau atau ?Siakhijau? adalah kearifan lokal yang dulu dicanangkan oleh Menteri KLHK di Kota Siak tahun 2016 bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

?Tahun 2021 kemarin kita tingkatkan regulasinya, menjadi peraturan daerah. Kita juga sudah berkolaborasi bersama CSO ada 21 NGO Nasional, dan Internasional yang tergabung ke dalam Sudagho Siak. Kita juga sudah menyiapkan peta jalan, tentu ini mitigasi terhadap karhutla 2014 silam,? ucapnya.

Direktur PT RAPP Mulia Nauli menyampaikan, pihanya memiliki komitmen yang tinggi terhadap karhutla, kata dia, pihaknya memiliki program desa bebas api, bertujuan ingin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap karhutla.

Disamping itu, pihaknya akan melakukan MoU terkait percepatan penurunan angka stunting di wilayah Kabupaten Siak. Mengingat kompleksitas masalah stunting di daerah, dibutuhkan sinergi semua pihak dalam mengatasi stunting.

?Kita hari ini teken dua MoU pertama, program desa bebas api dengan Kampung Teluk Lanus, yang mempertahankan 5 tahun bebas api, kita beri bantuan Rp50 juta, dan mengapresiasi Kampung Olak, Lubuk Jering, dan Dayun aktif terhadap penaggulangan karhutla. Kedua, upaya kita menurunkan angka stunting," pungkasnya.(man/rls)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)