Pemerintah Tegaskan Tidak Cari Untung Jualan Vaksin Covid di Kimia Farma

datariau.com
1.084 view
Pemerintah Tegaskan Tidak Cari Untung Jualan Vaksin Covid di Kimia Farma

DATARIAU.COM - Vaksin Covid-19 mulai bisa diakses masyarakat secara individu mulai Senin (12/7) besok. Untuk tahap awal, vaksin bisa dibeli di sejumlah gerai Kimia Farma dengan harga pembelian Rp 321.600 per dosis dan tarif maksimal pelayanan Rp 117.910.

Dikutip dari siaran pers PT Kimia Farma Tbk (KAEF), vaksinasi gotong royong jalur individu ini sejalan dengan Peraturan Menkes nomor 19 tahun 2021. Aturan ini memang mengubah beberapa poin mengenai mekanisme vaksinasi gotong royong. Produk vaksin yang dijual adalah Sinopharm, merek yang memang sebelumnya dipakai untuk program vaksinasi gotong royong.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menegaskan, program vaksinasi gotong royong untuk individu ini dibuka demi memperluas cakupan vaksinasi. Sasaran utamanya, ujar Nadia, adalah warga negara asing (WNA) di Indonesia.

"Untuk memperluas vaksinasi, terutama untuk WNA ya. Tapi warga Indonesia juga boleh membeli," kata Nadia, Ahad (11/7).

Nadia juga menekankan bahwa kebijakan ini bukan bertujuan untuk mencari untung. Menurutnya, dibukanya akses untuk vaksinasi secara individu adalah ikhtiar pemerintah untuk memperluas cakupan vaksinasi. Pemerintah memang sedang mengejar target vaksinasi Covid-19 sampai 2 juta dosis per hari demi kekebalan kelompok segera tercapai.

"Tidak (cari untung). Itu kan Kimia Farma ya, mereka yang beli (lewat vaksinasi gotong royong)," kata Nadia.

Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk, Verdi Budidarmo, menjelaskan, bahwa program ini akan dijalankan di delapan gerai Kimia Farma di enam kota. Secara bertahap, lokasinya pun akan ditambah. Untuk tahap awal, baru dua klinik yang siap melayani program vaksinasi individu, yakni klinik Kimia Farma Diagnostika (KFD) Pulo Gadung, Jakarta Timur dan KFD Senen, Jakarta Pusat.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)