Myanmar Memanas, Pasukan Pertahanan Rakyat Serang Junta Militer

Ruslan
1.112 view

DATARIAU.COM - Pihak junta militer Myanmar menyatakan, pasukan keamanan mendapat serangan bom dari kelompok pembangkang. Beberapa orang tewas dalam baku tembak.

Negara di Asia Tenggara itu berada dalam kekacauan sejak militer menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi pada Februari lalu. Tindakan itu memicu protes massa pro-demokrasi dan direspons tindakan keras berdarah oleh militer.

Kini di berbagai kotapraja di Myanmar, kelompok antimiliter telah membentuk apa yang disebut "pasukan pertahanan rakyat" untuk melawan balik melawan junta, meskipun sebagian besar bentrokan telah dilaporkan terjadi di daerah pedesaan.

Pasukan keamanan sedang melakukan perjalanan melalui Khayan, pinggiran pusat komersial Myanmar Yangon pada hari Jumat (17/9/2021) ketika mereka diserang dengan bom rakitan, kata junta dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (18/9/2021).

"Kedua kelompok itu saling menembak, seorang anggota pasukan keamanan terluka," kata pernyataan itu, seraya menambahkan bahwa senjata api dan amunisi disita setelah bentrokan itu.

"Beberapa teroris ... (terbunuh), salah satunya terluka".

Media lokal melaporkan setidaknya dua pembangkang tewas dan satu ditangkap

Awal bulan ini "Pemerintah Persatuan Nasional" yang sebagian besar terdiri dari anggota parlemen yang berafiliasi dengan partai terguling Aung San Suu Kyi menyerukan "perang defensif rakyat" dan mendesak warga sipil untuk menargetkan aset junta.

Menara komunikasi perusahaan Mytel milik militer telah menjadi target sasaran di seluruh Myanmar.

Konflik juga meningkat di wilayah Sagaing dan Magway, di mana penduduk setempat pekan ini menuduh militer membakar rumah dan membuat ribuan orang mengungsi.

"Militer telah menghancurkan wilayah kami karena pasukan perlawanan lokal," kata seorang wanita berusia 25 tahun dari kotapraja Gangaw Magway kepada AFP.

"Saya kehilangan beberapa teman saya ... hati saya hancur karena saya telah menyaksikan semua kekejaman mereka (militer) dengan mata kepala sendiri?.

Di desa Namg Kar, sejumlah rumah telah dihancurkan oleh militer, kata penduduk setempat

Penduduk kotapraja Gangaw mengatakan, di salah satu desa yang paling parah terkena dampak, Namg Kar, sejumlah rumah telah diratakan sejak 10 September, sebuah proses mulai-berhenti selama seminggu terakhir karena hujan monsun terus memadamkan api.

"Mereka (militer) mencoba membakar seluruh desa. Tapi saat itu musim hujan," kata warga tersebut, seraya menambahkan bahwa 4.000 warga Namg Kar telah mengungsi ke hutan terdekat.

"Warga takut pada tentara karena mereka bisa kembali kapan saja ke desa," katanya.

Pihak junta belum menanggapi permintaan komentar. (*)

Sumber: beritasatu.com

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)