Menkomdigi Akui Tantangan Blokir Konten Negatif Terus Bermunculan

Najwa
302 view
Menkomdigi Akui Tantangan Blokir Konten Negatif Terus Bermunculan
Foto: mejaredaksi

DATARIAU.COM - Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid mengaku kewalahan memblokir konten hingga situs bermuatan negatif, seperti judi online, kejahatan seksual, hingga perundungan anak.

Meutya mengatakan selama ini pihaknya terus memblokir konten-konten tersebut. Namun, konten dan situs-situs baru terkait hal itu kembali bermunculan setelah diblokir. "Jadi kita harus memahami ruang digital itu sama dengan ruang fisik. Kalau di ruang fisik ada kejahatan, begitu juga di ruang digital," kata Meutya di Makassar, Senin (16/6).

"Komdigi terus membasmi dengan terus melakukan pemblokiran, tapi tetap kejahatan itu akan muncul, termasuk perundungan terhadap anak-anak," ungkap Meutya. Ia menuturkan pihaknya telah memblokir konten-konten pornografi seperti grup Facebook sedarah dan berbagai konten lainnya.

Meutya menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan Komdigi dalam melakukan takedown konten negatif. "Jadi kita perlu berkolaborasi dari masyarakat dan Komdigi yang melakukan takedown. Tetapi yang paling utama platform untuk menghormati aturan yang dibuat pemerintah Indonesia," jelasnya.

Ia berharap platform besar yang banyak diminati masyarakat Indonesia dapat menghargai dan mengikuti peraturan yang ada. "Kami berharap platform besar yang banyak diminati masyarakat Indonesia dapat menghargai dan mengikuti peraturan yang ada, mengingat mereka juga mendapatkan keuntungan dari pangsa pasar Indonesia," tegasnya.

Meski demikian, masih ada platform digital yang belum menaati Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2025 tentang tata kelola penyelenggaraan sistem elektronik dalam perlindungan anak atau PP Tunas dengan menampilkan iklan-iklan judi online. Sebelum ada PP Tunas, Komdigi sudah memiliki aturan Sistem Moderasi Konten yang mewajibkan platform melakukan takedown dalam waktu maksimal 4 hingga 24 jam.***

Sumber: CNNIndonesia

Penulis
: Najwa
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)