Golongan Darah Gwada Negatif Cuma Satu Orang

Najwa
288 view
Golongan Darah Gwada Negatif Cuma Satu Orang
Foto: freepik

DATARIAU.COM- International Society of Blood Transfusion (ISBT) secara resmi mengakui 'Gwada negatif' sebagai golongan darah baru yang sangat langka, dimana satu-satunya orang dengan golongan darah ini adalah seorang wanita Prancis keturunan Guadeloupean yang memiliki antibodi unik pertama kali terdeteksi pada 2011 selama pemeriksaan rutin.

Berkat kemajuan dalam pengurutan DNA, para ilmuwan berhasil mengidentifikasi mutasi genetik pada gen PIGZ yang bermanifestasi sebagai 'Gwada negatif', yang bisa terjadi saat gen yang identik diwarisi dari kedua orang tua. Thierry Peyrard, seorang ahli biologi medis di Établissement français du sang (EFS), menggambarkan pasien itu sebagai satu-satunya orang di dunia yang cocok dengan golongan darah tersebut.

"Hal ini menggarisbawahi kelangkaan golongan darah tersebut," ujar Peyrard. Bahkan, saudara kandung dari wanita tersebut hanya membawa satu salinan gen yang artinya tidak menunjukkan golongan darah yang sama. Golongan darah ditentukan oleh ada atau tidaknya antigen tertentu pada permukaan sel darah merah, dengan sistem golongan darah yang paling umum dikenal sebagai ABO.

Berdasarkan sistem ini, individu ditempatkan ke dalam golongan darah A atau B tergantung pada apakah mereka memiliki antigen A atau B, atau golongan O jika mereka tidak memiliki keduanya. Setiap golongan darah kemudian dibagi lagi menjadi positif atau negatif, menurut apakah seseorang memiliki antigen Rhesus (Rh) atau tidak. Tetapi, A, B, dan Rh bukanlah satu-satunya antigen yang ditemukan pada sel darah merah, dan konfigurasi yang tidak biasa dari antigen ini telah menyebabkan identifikasi lusinan golongan darah yang langka.

Saat ini, daftar antigen yang diketahui pada sel darah merah melebihi 365 dan 'Gwada negatif' kini menjadi golongan darah ke-48 yang dikonfirmasi. Nama 'Gwada negatif' diberikan sebagai bentuk kehormatan kepada asal-usul wanita tersebut di Guadeloupe, dengan 'Gwada' sebagai istilah sehari-hari untuk pulau tersebut. Istilah tersebut diterima dengan baik oleh para profesional medis, yang mencerminkan kesederhanaan dan daya tarik lintas bahasanya.

Tidak seperti golongan darah ABO yang umum, 'Gwada negatif' tidak memiliki antigen tertentu, sehingga sangat langka. Mengidentifikasi calon donor dengan fenotipe ini akan memerlukan upaya yang terarah, khususnya di antara populasi yang memiliki hubungan genetik dengan Guadeloupe. Peyrard dan timnya kini tengah mengembangkan protokol untuk menemukan pembawa Gwada negatif lainnya, dengan fokus pada Guadeloupe dan populasi donor terkait.

Mereka bertujuan untuk membuat registri internasional bagi donor langka guna memastikan kompatibilitas untuk transfusi potensial. Kompatibilitas golongan darah sangat penting untuk menghindari reaksi imunologis yang parah selama transfusi, yang dapat menimbulkan konsekuensi yang mengancam jiwa. Bagi wanita tersebut, menemukan donor yang kompatibel tetap menjadi prioritas yang mendesak mengingat golongan darahnya yang unik di dunia.***

Sumber:detik.com

Penulis
: Najwa
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)