Melihat Kehidupan Suku Sakai di Desa Buluh Apo Bersama Mahasiswa Kukerta UNRI 2023

datariau.com
1.531 view
Melihat Kehidupan Suku Sakai di Desa Buluh Apo Bersama Mahasiswa Kukerta UNRI 2023

BENGKALIS, datariau.com - Suku Sakai merupakan suku asli yang bermukim di Provinsi Riau, tepatnya di sekitar Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Siak.

Suku Sakai adalah suku yang termarjinalkan dan biasanya hidup di pedalaman, suku ini juga cenderung tinggal berkelompok.

Di Desa Buluh Apo diketahui masih terdapat suku Sakai yang bermukim di sana.

Terdapat sekitar 17 KK (Kartu Keluarga) Suku Sakai yang berada di Dusun Ponti Kijai, Desa Buluh Apo.

Adapun mata pencaharian Suku Sakai yang ada di Desa Buluh Apo cenderung beragam, diantaranya ada yang bekerja sebagai Linmas desa, kemudian ada yang mencari ikan di sungai, memanen kelapa sawit, dan mencari brondolan (sawit).

Mengenai kearifan lokal suku Sakai yang masih ada hingga saat ini yaitu, mengenai penangkal berupa gambar-gambar seperti burung dan lainnya yang dipasang di sudut rumah karena dipercayai dapat melindungi dari makhluk halus dan hal-hal gaib.

Ada pula kearifan lokal lainnya yang disebut dengan tradisi Badike, yaitu ritual tradisi pengobatan suku Sakai yang dilakukan dengan menabuh gendang yang dilaksanakan oleh dukun adat (bomo) untuk memanggil roh baik yang akan membantu dalam ritual pengobatan.

Adapun tanaman yang sering digunakan suku Sakai dalam pengobatan tradisionalnya yaitu daun kopau jenis palma yang tumbuh di hutan Riau, dan bunga pucuk muda pohon pinang.

Suku Sakai yang terdapat di desa Buluh Apo sudah cenderung modern, mereka telah tergolong meninggalkan tradisi lama, dan mulai menjalankan tradisi atau kebiasaan baru.

“Tradisi lama sudah mulai ditinggalkan, dan sekarang hanya mengikuti arus perkembangan yang ada,” ujar salah satu tokoh masyarakat suku Sakai Desa Buluh Apo.

Adapun mengenai kepercayaan yang dianut suku Sakai Desa Buluh Apo sebagian besar memeluk agama Islam dan pendidikan anak-anak suku Sakai yang ada di sana telah bersekolah layaknya anak-anak pada umumnya. (*)

Tulisan ini ditulis oleh Mutia Andriana (Mahasiswa Kukerta UNRI).

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)