Masjid Ammar bin Yasir Pekanbaru Akan Laksanakan Shalat Gerhana Maghrib Nanti

Admin
483 view
Masjid Ammar bin Yasir Pekanbaru Akan Laksanakan Shalat Gerhana Maghrib Nanti

PEKANBARU, datariau.com - Masjid Ammar bin Yasir akan melaksanakan Shalat Gerhana yang rencananya akan diselenggarakan selepas Shalat Maghrib nanti, Rabu (26/5/2021).

Bertindak sebagai Imam dan Khatib untuk kegiatan tersebut adalah Ustadz Benny Abdurahman Lc. Kepada masyarakat yang ingin turut melaksanakan Shalat Gerhana berjamaah di Masjid Ammar bin Yasir dihimbau agar tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

"Kami harapkan bagi yang ingin ikut sholat Gerhana agar sudah berada di Masjid Ammar bin Yasir sebelum Magrib. Tetap mengikuti Protokol Kesehatan," demikian pemberitahuan dari Pengurus Masjid.

Masjid Ammar bin Yasir beralamat di Jalan Tenayan Jaya masuk Jalan Bambu Kuning Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru.

Baca juga: Gerhana Bulan Selama 18 Menit Terjadi Maghrib Nanti, Ini Jadwalnya..


Rasulullah -Shallallahu 'Alaihi Wassalam- bersabda:

Sesungguhnya matahari dan rembulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana tidak terjadi karena kematian atau kelahiran seseorang. Jika Kalian melihat gerhana maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah. [HR. Al-Bukhari : 1044]

Berikut tata cara melaksanakan shalat gerhana

[1] Berniat di dalam hati dan tidak dilafadzkan karena melafadzkan niat termasuk perkara yang tidak ada tuntunannya dari Nabi kita shallallahu ’alaihi wa sallam dan beliau shallallahu ’alaihi wa sallam juga tidak pernah mengajarkannya lafadz niat pada shalat tertentu kepada para sahabatnya.

[2] Takbiratul ihram yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa.

[3] Membaca do’a istiftah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah:

“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menjaherkan bacaannya ketika shalat gerhana.” (HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901)

[4] Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya.

[5] Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan ’SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH, RABBANA WA LAKAL HAMD’

[6] Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama.

[7] Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya.

[8] Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal).

[9] Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali.

[10] Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya.

[11] Tasyahud.

[12] Salam.

[13] Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jama’ah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdo’a, beristighfar, sedekah, dan membebaskan budak.

Baca juga: Tata Cara Shalat Gerhana yang Shahih

Tag: