Mahasiswa KUKERTA Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SMAN 2 Kubu Babussalam

Samsul
36 view
Mahasiswa KUKERTA Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SMAN 2 Kubu Babussalam
ROKAN HILIR, datariau.com-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau, Pekanbaru yang mengabdi di Desa Jojol, Kecamatan Kubu Babussalam, Rokan Hilir, melaksanakan sosialisasi mengenai pencegahan perundungan (Bullying) kepada siswa SMAN 2 Kubu Babussalam, Desa jojol, Rokan Hilir, Rabu (08 Juli 2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa akan bahaya perundungan (bullying) serta mendorong terciptanya lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa. Kegiatan yang berlangsung di aula SMAN 2 Kubu Babussalam ini diikuti oleh puluhan siswa yang didampingi oleh guru dan pihak sekolah. Sosialisasi dikemas secara interaktif dengan pemaparan materi, sesi tanya jawab, permainan edukatif, hingga simulasi peran agar siswa lebih mudah memahami bentuk-bentuk bullying dan dampaknya.

Koordinator program, Jingga Anggelita Pradana dan Afri Aldi Manurung, menjelaskan bahwa program ini lahir dari keprihatinan tim Kukerta terhadap masih tingginya kasus perundungan di lingkungan sekolah, baik secara verbal, fisik, maupun melalui media sosial (cyberbullying).

"Kami melihat bullying masih menjadi masalah yang sering dianggap sepele, padahal dampaknya bisa sangat serius bagi psikologis korban, bahkan sampai memengaruhi prestasi belajar dan kepercayaan diri anak. Karena itu kami ingin edukasi ini dimulai sejak dini," ujar Jingga Anggelita Pradana.

“Mulai sekarang, stop bullying. Saat ini, tindakan bullying marak terjadi baik dilingkungan sekolah maupun diluar sekolah. Perundungan memiliki dampak yang sangat buruk tidak hanya bagi korban, tetapi juga bagi pelaku dan saksinya. Oleh karena itu, Kita perlu menanamkan pola hidup sehat untuk mencipatakan generasi yang sehat secara fisik dan mental” ujar Afri Aldi Manurung.

Menurutnya, bullying di lingkungan sekolah dapat berdampak buruk terhadap kesehatan mental korban dalam jangka waktu yang panjang. Bullying terjadi ketika seseorang merasa teraniaya oleh tindakan orang lain dan takut bahwa perilaku buruk tersebut akan terulang.

Selain memaparkan materi, mahasiswa Kukerta mengajak siswa berdiskusi melalui contoh kasus sederhana yang disesuaikan dengan usia mereka. Metode interaktif tersebut mendorong keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat. Beberapa siswa mengajukan pertanyaan, sementara yang lain menceritakan pengalaman melihat teman yang diejek atau diperlakukan tidak adil. Situasi ini membuka ruang dialog mengenai pentingnya saling menghargai di lingkungan sekolah.

Sosialisasi anti-bullying tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya positif dan menumbuhkan empati antarsiswa. Selain memberikan edukasi, kehadiran mahasiswa Kukerta juga dapat mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif bagi anak-anak.

Kegiatan sosialisasi anti-bullying ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa Kukerta Universitas Riau dalam memberikan upaya kontribusi positif bagi masyarakat setempat, khususnya dibidang pendidikan dan pengembangan karakter anak. ***

(Reporter: Tim KUKERTA Berdampak Universitas Riau- Desa Jojol, Kubu Babussalam, Rokan Hilir)
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)