Lontarkan Lawakan Kepada Presiden Jokowi, Mahasiswa : Ya Ndak Tau, Kok Tanya Saya

Intan Sukma Lena
81 view
Lontarkan Lawakan Kepada Presiden Jokowi, Mahasiswa : Ya Ndak Tau, Kok Tanya Saya
Foto : kompas.com

DATARIAU.COM -Mahasiswa peserta demo aksi melontarkan lawakan sarat kritik alias roasting terhadap Presiden Joko Widodo di atas mobil komando. Seorang di antaranya berlagak seperti Jokowi dalam rangkaian orasi yang disampaikan di sekitar kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (21/10).

Seorang massa aksi dari Universitas Lampung, Iim, awalnya menanyakan kabar kepada peserta aksi yang berperan sebagai Jokowi.


"Ya ndak tau, kok tanya saya," ujar mahasiswa yang meniru Jokowi tersebut dan disambut gelak tawa massa.


Selain itu, ia mengkritik soal anggapan bahwa Jokowi adalah simbol negara.


"Ada yang ngomong Pak Jokowi simbol negara, lah kok Pak Jokowi malah disamakan sama burung [garuda]," ujar Iim.


Iim kembali bertanya pada peserta aksi peserta aksi peniru Jokowi perihal kapan Jokowi akan menuruti permintaan rakyat.


"Ya ndak tau, kok tanya saya," ulangnya lagi.


Iim berpendapat bahwa ironi yang terjadi terlalu lama akan menjadi komedi. Menurutnya, 7 tahun perjalanan pemerintahan Jokowi merupakan ironi. Sehingga, ia mengajak massa aksi untuk menertawai rezim Jokowi saat ini.


Massa berjumlahsekitar ratusan orang ini tertahan di depan Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat. Aparat kepolisian memasang barikade dan kawat duri untuk menghalangi massa ke arah Istana Negara.


Koordinator Pusat BEM SI Nofrian Fadil Akbar mengatakan aksi unjuk rasa ini dilakukan dalam rangka mengkritisi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo.


Menurutnya, tak banyak perubahan yang terjadi selama rezim Jokowi berkuasa. Aksi nasional ini, menurut Nofrian rencananya juga akan dilakukan secara serentak di pelbagai wilayah Indonesia.


Khusus di Ibu Kota, ia mengatakan aksi unjuk rasa ini akan dimulai sejak pukul 10.00 WIB dengan titik aksi berada di depan Istana Negara.


"Tujuh tahun pemerintahan Jokowi ramai isu-isu yang diperbincangkan, namun ternyata tidak banyak membawa terobosan untuk mengatasi masalah-masalah yang ada di Indonesia," kata Nofrian melalui keterangan tertulis, Rabu (20/10).


Tepat pada 20 Oktober 2019, Jokowi dan Ma'ruf Amin dilantik untuk menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden hingga 2024.(*)


Source :cnnindonesia.com

Penulis
: Intan Sukma Lena