Lahan Persawahan di Bungaraya Kering, Bupati Siak Dorong Kolaborasi Dan Solusi Permanen

Hermansyah
1.020 view
Lahan Persawahan di Bungaraya Kering, Bupati Siak Dorong Kolaborasi Dan Solusi Permanen
Bupati Siak Dr Afni Z MSi tinjau lokasi pengairan di Suaka Margasatwa.

SIAK, datariau.com - Bupati Siak Dr Afni Z MSi tinjau langsung lahan persawahan kering akibat kemarau panjang di Kecamatan Bungaraya, Siak, bentuk respon cepat atas keluhan para petani yang disampaikan kepadanya.

"Saya datang ke Bungaraya karena saya dengar jeritan petani soal kekeringan. Saya tahu persoalannya di lapangan tidak dapat dilihat hanya dari peta. Maka, saya turun langsung untuk melihat kondisi sebenarnya," kata Bupati Siak di Bungaraya, Selasa (15/7/2025).

Kunjungan ini sekaligus menjadi ruang komunikasi terbuka antara petani, OPD teknis serta perusahaan yang beroperasi di sekitar kawasan pertanian.

Lahan sawah seluas 2.200 hektare membutuhkan air sekitar 2.000 liter per detik.

Namun saat ini hanya tersedia 600 liter per detik. Kondisi ini, akan membuat sawah gagal tanam atau tidak dapat diolah secara maksimal.

Dua kelompok tani dari Desa Langsat Permai dan Kampung Jayapura menyampaikan langsung keluhannya, mengungkapkan biaya solar untuk pompanisasi sangat membebani petani.

Menindaklanjuti hal tersebut, Bupati Siak bersama tim teknis turut meninjau kanal di kawasan gambut di sekitar Suaka Margasatwa.

Di lokasi itu, ditemukan kanal baru di sisi jalur air primer dan penutupan di aliran utama yang seharusnya menjadi sumber air bagi sawah masyarakat.

"Karena saya tidak punya kewenangan ngurus air dan hutan. Nanti kita koordinasi ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Riau dan Provinsi. Karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak dan isu nasional," sebutnya.

Afni menambahkan, apalagi air dari Suaka Margasatwa dari Tasik Betung itu, memang diarahkan untuk kebutuhan irigasi pertanian masyarakat Bungaraya dan Sabak Auh.

"Kalau memang butuh jalan, bangun jembatan. Jangan airnya ditahan," ujarnya.

"Petani kita harus beli solar untuk pompa, sementara air dari atas justru ditutup. Intinya, air dari Allah itu, air yang disiapkan dari catchment area untuk aliran pertanian, jangan ada yang menghalangi," jelas Afni.

Bupati Siak pun mendorong perusahaan agar terbuka dan memahami persoalan ini sebagai bagian dari keadilan sosial dan arah pembangunan pangan.

"Jangan sampai kita diminta jadi sentra pangan, tapi akses air dikuasai sepihak. Saya minta semua duduk bersama, cari solusi yang adil untuk semua," ungkap Afni.

Sementara itu, Perwakilan PT Balai Kayang Mandiri (BKM) Wahyu menyampaikan perusahaan siap berdiskusi dan memiliki embung internal yang dapat dimaksimalkan dalam aturan yang berlaku.

Bupati Siak Dr Afni Z MSi menekankan pentingnya solusi jangka panjang.

Selain pompanisasi, Pemkab Siak akan mendorong pembangunan embung, irigasi, pencetakan sawah baru serta pemanfaatan teknologi pertanian.

"Bungaraya ini lumbung padi kita. Jangan sampai gagal panen hanya karena air. Saya mau solusi permanen. Mimpi besar kami adalah membangun waduk," tuturnya.

"Kami minta dukungan lahan dari perusahaan, kalau perlu ajukan pinjam pakai. Karena, pertanian tidak bisa hanya bergantung pada hujan," pungkasnya.(***)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)