KPK Era Firli Bahuri Dkk Dinilai Terburuk Sepanjang Sejarah

Ruslan
1.215 view
KPK Era Firli Bahuri Dkk Dinilai Terburuk Sepanjang Sejarah
Foto: kumparan
Lima pimpinan KPK periode 2019-2023. 

Temuan Ombudsman pun menyatakan TWK bermasalah secara administrasi dan ada indikasi penyalahgunaan wewenang di dalamnya. Firli Bahuri pun dinilai tak patut menonaktifkan 75 pegawai KPK yang tak lulus TWK.

Ombudsman pun menyarankan KPK untuk turut melantik 75 pegawai itu menjadi ASN. Namun kini belum ada tindak lanjut dari KPK. Melalui juru bicaranya, KPK baru menyatakan akan mempelajari temuan Ombudsman itu.

"Jadi contoh dan preseden buruk untuk melawan atau setidaknya mengabaikan putusan hukum," ujar Ganjar mengungkapkan alasannya yang terakhir.

Diduga, ini terkait dengan TWK yang dinilai mengabaikan arahan Presiden Jokowi dan pertimbangan putusan Mahkamah Konstitusi. Bahwa TWK hendaknya tak jadi alasan memecat 75 pegawai yang tak lulus. Serta peralihan status menjadi ASN tidak boleh merugikan pegawai KPK.

Kedua hal itu dinilai diabaikan oleh KPK. Temuan Ombudsman pun menegaskan hal tersebut.

Ganjar menambahkan, posisi Dewas KPK sebagai pengawas pun dinilai tidak bisa diharapkan. Bahkan ia mengaku sejak awal menolak keberadaan Dewas KPK.

"Sejak awal kan saya menolak keberadaan Dewas. Jadi anggap enggak ada dulu. Lagipula bagaimanapun ada atau tidak Dewas tetap ada masalah di pimpinan/komisioner," ujar dia.

Terlebih, Dewas KPK dalam menjalankan tugasnya pun dinilai tidak sungguh-sungguh. Salah satunya ialah saat Dewas menilai tidak ada cukup bukti bahwa pimpinan KPK melanggar etik terkait TWK. Hal yang berbeda dengan temuan Ombudsman.

"Kalau liat tugas dan tanggung jawab Dewas, makin mengecewakan karena pelanggaran etik yang sudah kasat mata bisa lolos atau disanksi ringan aja," ujar Ganjar.

Ia pun berkomentar singkat saat disinggung apa yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan KPK, "Kayaknya sudah nyaris putus harapan pada orang-orang yang sama ya. Apa boleh buat mesti (dipaksa) mundur". (*)

Source: kumparan.com

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)