PEKANBARU, datariau.com - Aksi pencurian komponen jaringan listrik milik PLN menyebabkan terjadinya pemadaman listrik di kawasan Jalan Bangau Sakti, Panam, Kota Pekanbaru, Kamis (25/6/2026) dini hari. Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 05.00 WIB setelah warga setempat melaporkan padamnya aliran listrik secara tiba-tiba kepada pihak PLN.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Panam langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Hasil pengecekan menemukan adanya tindakan perusakan pada panel jaringan listrik yang berujung pada hilangnya sejumlah komponen penting.
Komponen yang dicuri antara lain rel bus (busbar), yaitu penghantar listrik utama berupa batang tembaga atau aluminium yang berfungsi sebagai jalur distribusi daya listrik di dalam panel. Selain itu, pelaku juga membawa kabur NH Fuse, yakni sekering tegangan rendah dengan kapasitas pemutusan tinggi yang berfungsi sebagai pengaman sistem kelistrikan.
Baca juga:Warga Pekanbaru Keluhkan Lampu PJU Mati, DPRD Minta PLN dan Dishub Segera Carikan Solusi
Manager PT PLN (Persero) ULP Panam, Ismanto, mengatakan bahwa pelaku diduga memiliki pengetahuan mengenai sistem kelistrikan karena aksi tersebut dilakukan pada panel yang mengandung tegangan listrik tinggi.
“Pintu panel dijebol kuncinya, kemudian komponennya diambil sehingga mengakibatkan listrik padam. Setelah menerima laporan, tim langsung turun ke lapangan, menyiapkan material pengganti, dan melakukan perbaikan sehingga pasokan listrik kembali normal,” ujar Ismanto saat dikonfirmasi datariau.com, Kamis siang.
Menurutnya, tindakan pencurian tersebut sangat berbahaya dan berisiko tinggi. Selain dapat menyebabkan gangguan pasokan listrik bagi masyarakat, pelaku juga berpotensi mengalami sengatan listrik yang dapat mengancam keselamatan jiwa.
Baca juga:Bos PLN Beberkan Penyebab Mati Lampu Bergilir: Dua Pembangkit Alami Gangguan
Ismanto menegaskan bahwa masyarakat awam tidak dianjurkan mendekati maupun menyentuh jaringan listrik PLN. Pihaknya selama ini telah memasang berbagai imbauan keselamatan pada gardu dan fasilitas kelistrikan lainnya agar masyarakat tidak berada di area berbahaya tersebut.
PLN juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keamanan aset kelistrikan dengan segera melaporkan apabila melihat aktivitas mencurigakan di sekitar tiang listrik, gardu, panel, maupun jaringan listrik lainnya.
“Jika ada aksi yang mencurigakan, masyarakat dapat melaporkannya kepada PLN terdekat, aparat penegak hukum, atau melalui Contact Center PLN 123,” jelasnya.
Baca juga:PLN Bagi-bagi Voucher Listrik Spesial Bulan Juni, Begini Caranya
PLN menilai pencurian komponen jaringan listrik bukan hanya merugikan perusahaan, tetapi juga berdampak langsung kepada masyarakat karena dapat memicu pemadaman listrik di wilayah sekitar, mengganggu aktivitas rumah tangga, usaha, hingga layanan publik.
Karena itu, PLN mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan oknum yang tidak bertanggung jawab dan bersama-sama menjaga fasilitas kelistrikan yang merupakan aset publik. “Mari tingkatkan kesadaran dan kenyamanan bersama,” pungkas Ismanto. (rik)
