Kisah Asmara Siswi SMP yang Berujung Hamil, Bayi Dibuang ke Sungai

Admin
266 view
Kisah Asmara Siswi SMP yang Berujung Hamil, Bayi Dibuang ke Sungai

DATARIAU.COM - Masih ingat dengan mayat bayi yang ditemukan warga di sungai Kecamatan Sumobito, Jombang? Bayi laki-laki itu lahir dari rahim seorang siswi kelas 3 SMP.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan mengatakan, kasus pembuangan bayi ini terungkap salah satunya karena vaksinasi COVID-19. Yakni seorang gadis berusia 14 tahun menolak divaksin tanpa alasan yang jelas.

"Dia kami mintai keterangan, kemudian diperiksa dokter ternyata ada tanda-tanda habis melahirkan," kata Teguh saat jumpa pers di Mapolres Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim, Selasa (13/7/2021).

Kepada polisi, siswi kelas 3 SMP negeri di Kecamatan Sumobito, Jombang itu mengaku usai melahirkan pada Sabtu (3/7) sekitar pukul 02.00 WIB. Ia melahirkan seorang diri di dalam kamar mandi rumah neneknya.

"Setelah bayi lahir, dia masukkan tas plastik. Kemudian dia buang ke sungai sekitar 20 meter di depan rumahnya," ungkap Teguh.

Ia menjelaskan, pelaku melahirkan saat usia kandungannya masih sekitar 5-6 bulan. Gadis asal Kecamatan Sumobito, Jombang ini dihamili kekasihnya.

"Dia tinggal bersama neneknya, kehamilannya ditutupi menggunakan pakaian yang longgar sehingga tak kelihatan perutnya buncit," jelas Teguh.

Selasa (13/7), lanjut Teguh, mayat bayi laki-laki yang dilahirkan dan dibuang pelaku dibawa ke RS Bhayangkara Kediri untuk diautopsi. Menurut dia, autopsi untuk memastikan penyebab kematian bayi.

"Untuk mengungkap apakah pelaku melakukan aborsi atau menghilangkan nyawa bayi setelah melahirkan," paparnya.

Sampai saat ini gadis 14 tahun itu masih berstatus saksi dalam kasus pembuangan bayi tersebut. "Nanti kami gelar perkara dulu karena pelaku juga korban (persetubuhan sampai hamil), nanti menjadi pertimbangan," imbuh Teguh.

Puncaknya pada Jumat (2/7) malam. Saat itu, air ketuban siswi kelas 3 SMP itu pecah. Padahal, usia kandungannya baru sekitar 5-6 bulan.

Ia terpaksa melahirkan seorang diri di kamar mandi rumah neneknya pada Sabtu (3/7) sekitar pukul 02.00 WIB. Untuk menutupi aibnya, gadis di bawah umur ini tega membuang bayi laki-laki yang baru saja ia lahirkan ke sungai, sekitar 20 meter di depan rumahnya.

"Apakah dia juga minum obat penggugur kandungan? Masih kami dalami," terang Teguh.

Mayat bayi laki-laki itu pertama kali ditemukan dua bocah yang sedang bermain di dekat sungai Kecamatan Sumobito, pada Sabtu (3/7) sekitar pukul 10.00 WIB. Bayi tersebut mengapung di sungai tanpa sehelai benang pun membalut jasadnya. Tali pusar masih menempel pada perut bayi.

Polisi meringkus kekasih dari siswi SMP yang melahirkan dan membuang bayinya ke sungai itu. Remaja berusia 17 tahun itu mengaku 5 kali menyetubuhi korban hingga hamil.

"Pelaku berinisial MNN sudah kami tahan terkait persetubuhan terhadap anak. Sekarang dalam pemeriksaan Bapas (Balai Pemasyarakatan)," kata Kasat Reskrim Polres Jombang itu.

Ia menjelaskan, MNN menjalin hubungan asmara dengan korban sejak November 2020. Remaja asal Kecamatan Tembelang, Jombang ini berkenalan dengan gadis berusia 14 tahun tersebut melalui grup WhatsApp Literasi Jowo.

Pada akhir Februari 2021, lanjut Teguh, MNN mengajak korban ke rumahnya. Saat itulah remaja yang baru lulus SMA ini merayu, lalu menyetubuhi siswi kelas 3 SMP tersebut.

"Sampai Mei 2021 pelaku mengaku 5 kali melakukan hubungan badan layaknya suami istri dengan korban, di rumah pelaku dan di rumah kosong dekat rumah pelaku," terangnya.

Perbuatan MNN mengakibatkan gadis asal Kecamatan Sumobito, Jombang itu berbadan dua. Kini dia ditetapkan sebagai pelaku anak dan harus mendekam di Rutan Polres Jombang.

Ia disangka dengan Pasal 81 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak. Hukuman penjara paling singkat 5 tahun sudah menantinya.

"Untuk pelaku anak ada perlakuan khusus. Setiap anak yang berhadapan dengan hukum diperiksa Bapas. Nanti ada pertimbangan dari Bapas apakah dilakukan diversi atau pelaku tetap ditahan," terang Teguh.