Kata Fadli Zon Soal Polisi 'Smackdown' Mahasiswa: Police Brutality!

Ruslan
1.023 view
Kata Fadli Zon Soal Polisi 'Smackdown' Mahasiswa: Police Brutality!
Foto: Net

DATARIAU.COM - Viralnya seorang petugas polisi yang melakukan tindak kekerasan terhadap seorang mahasiswa saat aksi unjuk rasa jadi sorotan. Mahasiswa itu dibanting hingga kejang-kejang.

Peristiwa itu dapat perhatian dari Anggota DPR Fraksi Gerindra, Fadli Zon. Menurut dia, tindakan itu masuk kebrutalan polisi. Fadli menyinggung masih ada yang anggap aksi unjuk rasa adalah musuh negara.

"Ini masuk kategori police brutality. Masih ada yg menganggap demontran itu musuh negara," tulis Fadli di akun Twitternya, @fadlizon yang dikutip pada Kamis, 14 Oktober 2021.

Dia menekankan demonstrasi masih merupakan hak warga negara dalam menyampaikan aspirasi yang dilindungi konstituai

"Padahal ini hak warga negara untuk menyampaikan aspirasi n dilindungi konstitusi," tambah Fadli.

Brigradir NP, polisi yang membanting mahasiswa saat demo minta maaf

Sebelumnya, viral tindak kekerasan yang dilakukan anggota polisi terhadap seorang mahasiswa saat aksi unjuk rasa di kantor Pemkab Tangerang, Rabu, 10 Oktober 2021.

Saat itu, aksi unjuk rasa dimotori dari sejumlah aliansi mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Tangerang Raya, hingga Himpunan Mahasiswa Banten (HIMATA). Mereka menyuarakan aspirasi kritikan pada aturan yang disahkan Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar.

Awalnya, unjuk rasa yang dimulai pukul 12.30 WIB itu berjalan lancar dan tertib. Namun, tak lama kemudian atau sekitar 30 menit berikutnya, aksi unjuk rasa mulai memanas.

Dalam video, saat ricuh, seorang oknum polisi berpakaian hitam tampak membanting seorang mahasiswa bernama MFA. Bantingan yang tampak keras itu sampai membuat mahasiswa sampai kejang-kejang. Mahasiswa itu pun di bawa ke rumah sakit.

Aksi banting mahasiswa itu menuai kecaman keras. Netizen di media sosial mempertanyakan sikap humanis aparat Polri dalam menghadapi masyarakat terutama mahasiswa pendemo.

Adapun polisi yang membanting mahasiswa itu diketahui berinisial NP dengan pangkat brigadir. BP mengaku hanya reflek.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)