SMM PANEL INDO

Jumlah Media Online Riau Capai 5.800 Entitas, Diskominfotik Ajak Wartawan Jaga Kode Etik Jurnalistik

datariau.com
142 view
Jumlah Media Online Riau Capai 5.800 Entitas, Diskominfotik Ajak Wartawan Jaga Kode Etik Jurnalistik
Foto: Mediacenter.riau.go.id
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Riau, Supriyadi.

PEKANBARU, datariau.com - Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Riau, Supriyadi, mengingatkan insan pers agar tetap menjunjung tinggi etika dan profesionalisme di tengah pesatnya pertumbuhan media online di Provinsi Riau.

Hal tersebut disampaikan Supriyadi saat menjadi narasumber dalam diskusi bulanan bertajuk "Tantangan dan Masa Depan Pers Riau" yang digelar di Gedung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau, Pekanbaru, Selasa (15/9/2026).

Dalam pemaparannya, Supriyadi mengungkapkan bahwa saat ini jumlah media online di Riau telah mencapai sekitar 5.600 hingga 5.800 entitas yang aktif memproduksi dan mendistribusikan informasi. Ribuan media tersebut berada di bawah berbagai organisasi profesi dan perusahaan pers, seperti PWI, AJI, IJTI, JMSI, hingga SPS.

Baca juga:Media Online Riau Wajib Tahu: Tips dan Trik Menjaga Independensi, Akurasi, serta Etika Jurnalistik


Menurutnya, pertumbuhan media online Riau yang begitu pesat menjadi indikator berkembangnya ekosistem informasi di Riau. Namun, di sisi lain kondisi tersebut juga menghadirkan tantangan besar bagi dunia jurnalistik, terutama dalam menjaga kualitas informasi, etika, dan profesionalisme.

"Kita memaklumi ada berbagai warna yang berbeda, tetapi jauh lebih baik jika kita melangkah bersama-sama. Meski bernaung di organisasi yang berbeda, hal yang paling utama adalah tetap menjaga hubungan silaturahmi antar sesama pelaku media," kata Supriyadi.

Ia menilai keberagaman organisasi dan latar belakang media seharusnya menjadi kekuatan untuk membangun pers Riau yang lebih solid dan berkualitas. Persaingan di industri media, kata dia, tidak boleh menghilangkan semangat kebersamaan di kalangan insan pers.

Baca juga:Media Online Riau Wajib Berbenah, Ini 5 Hal yang Dicari Pembaca di Era Digital


Supriyadi juga menyoroti tantangan moral yang dihadapi wartawan di era digital. Menurutnya, derasnya arus informasi dan persaingan mendapatkan perhatian publik berpotensi membuat media mengabaikan prinsip-prinsip jurnalistik apabila tidak disikapi dengan kehati-hatian.

"Akan datang suatu zaman gila, di mana jika kita tidak ikut gila, kita seolah tidak akan kebagian. Tetapi ingat, itu belum selesai, kita harus tetap mengambil sikap untuk eling dan waspada," ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa setiap karya jurnalistik yang dipublikasikan akan menjadi jejak digital yang tersimpan dan dapat diakses kapan saja. Karena itu, setiap wartawan dituntut untuk bertanggung jawab terhadap informasi yang disampaikan kepada masyarakat.

Baca juga:Hari Jadi ke-12 Tahun Data Riau Media: Terus Melaju, Tak Berhenti Beradaptasi


"Ingatlah bahwa kita memiliki anak cucu yang kelak akan mewarisi generasi ini. Mari pertahankan nilai-nilai yang baik dan terus kita tumbuh suburkan bersama," tuturnya.

Diskusi tersebut dihadiri puluhan wartawan dan pimpinan redaksi dari berbagai media lokal di Riau. Melalui kegiatan ini, Diskominfotik Provinsi Riau berharap terjalin komunikasi yang semakin baik antar pelaku media, sekaligus mendorong peningkatan kualitas karya jurnalistik di tengah perkembangan media online yang terus bertumbuh di Riau.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)