Jokowi Sampai Dikomplain, Ini Kasus Menonjol Permainan Karantina

Ruslan
1.120 view
Jokowi Sampai Dikomplain, Ini Kasus Menonjol Permainan Karantina
Foto: Net

DATARIAU.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pengusutan tuntas dugaan permainan karantina yang kerap dikeluhkan WNI maupun WNA. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ditugaskan untuk mengusut dugaan tersebut.

"Disiplin dalam melakukan pengetatan di pintu-pintu masuk dan pelaksanaan proses karantina yang benar dari luar negeri. Saya masih mendengar dan ini saya minta Kapolri untuk mengusut tuntas permainan yang ada di karantina. Sudah, karena saya sudah mendengar dari beberapa orang asing komplain ke saya mengenai ini," ujar Jokowi.

Berikut sejumlah rangkuman soal permainan karantina yang terjadi di Indonesia.

WNI dari India Lolos Karantina

Permainan karantina pernah melibatkan seorang WNI berinisial JD. JD yang datang dari India melalui Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) lolos karantina.

JD mengaku membayar sejumlah uang kepada oknum yang mengaku sebagai pegawai bandara, S untuk dibantu agar meloloskannya masuk kembali ke Indonesia tanpa melewati prosedur protokol kesehatan. JD kembali dari India via Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu (25/4/2021) lalu.

Dari pemeriksaan awal kepada dua pelaku, polisi menemukan keduanya menggunakan kartu pas bandara untuk Dinas Pariwisata DKI. Kartu pas itu digunakan untuk mondar mandir di bandara.

"Dari pas bandara yang ada pada mereka disebutkan di pas bandara tersebut: Dinas Pariwisata DKI," kata Kapolres Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Kombes Adi Ferdian Saputra saat dihubungi detikcom, Selasa (27/4/2021).

7 WN India Lolos Karantina Dibantu Joki dan Oknum Protokoler AP II

Tujuh WN India yang masuk ke Jakarta melalui bandara Soetta lolos dari prosedur karantina. Mereka dibantu joki hingga oknum protokoler AP II.

Ketujuh WN India itu tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Senin Senin (26/4/2021) dengan menumpang pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan QZ988. Mereka dijemput dari bandara oleh empat orang joki yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Modus operandinya sama semua, nanti ada jokinya yang akan mengurus mulai dari dia turun dari pesawat langsung ada yang menunggu di situ," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polres Bandara Soetta, Tangerang, Rabu (28/4/2021).

Polisi menangkap empat orang joki yang membantu 7 WN India tersebut. Salah satu dari empat orang joki tersebut bekerja sebagai protokoler Angkasa Pura II.

"Mereka sebagai protokoler, makanya kita masih koordinasikan mengatasnamakan yang tertara pas bandara," kata Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Adi Ferdian Saputra di Jakarta, Kamis (29/4/2021).

Adi mengatakan, para joki tersebut memiliki kartu pas Bandara Soekarno-Hatta. Sehingga dengan adanya kartu pas ini yang bersangkutan bebas keluar-masuk di beberapa tempat di bandara.

Kasus menonjol soal permainan karantina juga dapat dilihat di halaman selanjutnya.

Rachel Vennya Lolos Karantina

Selebgram Rachel Vennya juga jadi salah satu orang yang terlibat dalam praktik permainan karantina. Kasusnya pun jadi sorotan hingga membuatnya harus menempuh jalur hukum.

Diketahui Rachel bersama pacarnya, Salim Suhaili Nauderer dan manajernya, Maulida Khairunnisa seharusnya menjalani karantina sepulang dari Amerika Serikat. Namun ketiganya bebas dari karantina dibantu sejumlah orang yang menjemput dirinya di Wisma Atlet Pademangan Jakarta.

Oknum TNI AU tersebut membantu agar Rachel dan dua orang lainnya bisa kembali ke rumah langsung saat tiba di Wisma Atlet.

Akibat perbuatannya, Rachel Vennya dijatuhi hukuman 4 bulan penjara dengan ketentuan hukuman itu tak perlu dijalani atau hukuman percobaan. Hakim memberi masa percobaan selama 8 bulan bagi Rachel Vennya. Selain itu, hakim juga menghukum Rachel Vennya dengan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan.

Wisatawan Ukraina Dijebak Saat Karantina

Terkini, Menparekraf Sandiaga Uno membongkar dugaan jebakan karantina yang dialami salah seorang wisatawan Ukraina. Pengaduan yang diterima Sandi melalui surat elektronik itu menyebut sang wisatawan hendak berlibur dengan anaknya ke Bali dan menjalani aturan karantina yang sudah ditetapkan.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)