Jelang Kunjungan ke Indonesia, Ini Rekam Jejak Perdana Menteri India Narendra Modi dan Transformasi Besar yang Dipimpinnya

datariau.com
81 view
Jelang Kunjungan ke Indonesia, Ini Rekam Jejak Perdana Menteri India Narendra Modi dan Transformasi Besar yang Dipimpinnya

DATARIAU.COM - Menjelang kunjungan resmi Perdana Menteri India, Narendra Modi, perhatian publik tertuju pada sosok pemimpin yang telah membawa India melalui berbagai transformasi ekonomi, sosial, dan pembangunan selama lebih dari satu dekade terakhir.

Memasuki masa jabatan ketiga secara berturut-turut sejak dilantik kembali pada 9 Juni 2024, Modi mencatat sejarah sebagai salah satu kepala pemerintahan dengan masa jabatan terlama di era modern. Kepemimpinannya dinilai berhasil memperkuat posisi India sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia sekaligus memperluas berbagai program kesejahteraan bagi masyarakat.

Kunjungan Modi ke Indonesia diharapkan menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan bilateral kedua negara yang selama ini telah terjalin erat, baik di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, pertahanan maupun kerja sama kawasan Indo-Pasifik.

Berasal dari Keluarga Sederhana


Narendra Modi lahir pada 17 September 1950 di negara bagian Gujarat. Ia berasal dari keluarga sederhana yang termasuk dalam kelompok masyarakat "Other Backward Class" (OBC), yakni kelompok sosial yang secara historis menghadapi berbagai keterbatasan ekonomi dan pendidikan.

Masa kecil yang penuh keterbatasan membentuk karakter Modi menjadi sosok pekerja keras. Pengalaman hidup tersebut juga menumbuhkan kepeduliannya terhadap masyarakat miskin serta keinginan untuk mengabdikan diri kepada bangsa.

Sebelum terjun ke dunia politik, Modi aktif di Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS), organisasi sosial nasionalis yang bergerak dalam pembangunan masyarakat. Karier politiknya kemudian berkembang melalui Bharatiya Janata Party (BJP), hingga akhirnya dipercaya memimpin Gujarat sebagai Kepala Menteri (Chief Minister) sejak Oktober 2001 hingga Mei 2014.

Selain aktif di dunia politik, Modi juga menyelesaikan pendidikan Magister Ilmu Politik di Universitas Gujarat.

Tiga Kali Berturut-turut Menjadi Perdana Menteri


Narendra Modi pertama kali menjabat sebagai Perdana Menteri India setelah memenangkan Pemilu 2014.

Keberhasilannya berlanjut pada Pemilu 2019 dengan kembali membawa Bharatiya Janata Party meraih mayoritas mutlak di parlemen.

Pada Pemilu 2024, Modi kembali memperoleh mandat rakyat dan dilantik untuk masa jabatan ketiga berturut-turut pada 9 Juni 2024.

Kemenangan tersebut menjadi bukti tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap visi pembangunan yang diusung Modi, yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi, keamanan nasional, pembangunan infrastruktur, serta program kesejahteraan sosial.

Sebagai Perdana Menteri pertama yang lahir setelah India merdeka, Modi dikenal mengusung filosofi pembangunan "Sabka Saath, Sabka Vikas, Sabka Vishwas" atau "Bersama Semua, Pembangunan untuk Semua, Kepercayaan Semua."

Berhasil Menekan Kemiskinan


Selama masa pemerintahannya, berbagai lembaga nasional maupun internasional mencatat penurunan angka kemiskinan yang signifikan di India.

Laporan NITI Aayog mengenai Multidimensional Poverty in India since 2005-06 menyebutkan hampir 250 juta warga India berhasil keluar dari kemiskinan multidimensi dalam kurun sembilan tahun terakhir.

Pencapaian tersebut dikaitkan dengan berbagai program sosial pemerintah yang menyasar pendidikan, kesehatan, sanitasi, perumahan, akses listrik, hingga layanan keuangan.

Program Kesehatan Terbesar Dunia


Salah satu program unggulan pemerintahan Modi adalah Ayushman Bharat, yang disebut sebagai salah satu program layanan kesehatan terbesar di dunia.

Program tersebut memberikan perlindungan kesehatan kepada lebih dari 500 juta warga India, khususnya masyarakat miskin dan kelompok berpenghasilan rendah.

Pemerintah India juga memperluas akses terhadap layanan medis dengan membangun fasilitas kesehatan hingga ke daerah-daerah terpencil.

Revolusi Akses Perbankan


Modi juga meluncurkan program Pradhan Mantri Jan Dhan Yojana, yang bertujuan membuka akses layanan perbankan bagi seluruh warga negara.

Melalui program tersebut, lebih dari 510 juta rekening bank berhasil dibuka sehingga masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki akses terhadap layanan keuangan kini dapat menikmati berbagai fasilitas ekonomi dan bantuan pemerintah secara langsung.

Dapur Bebas Asap dan Akses Listrik Nasional


Dalam sektor kesejahteraan keluarga, pemerintah India meluncurkan Pradhan Mantri Ujjwala Yojana pada 2016.

Program tersebut memberikan sambungan gas memasak gratis kepada lebih dari 100 juta keluarga miskin, terutama perempuan, sehingga mengurangi penggunaan kayu bakar yang berisiko terhadap kesehatan.

Selain itu, sekitar 18.000 desa yang sebelumnya belum menikmati listrik akhirnya berhasil dialiri listrik, memperluas akses energi ke berbagai wilayah pedesaan.

Program Perumahan Skala Besar


Narendra Modi juga menempatkan sektor perumahan sebagai salah satu prioritas nasional.

Melalui program PM Awas Yojana, lebih dari 42 juta rumah telah disetujui pembangunannya sepanjang periode 2014-2024.

Tak lama setelah dilantik kembali pada Juni 2024, kabinet Modi kembali menyetujui pembangunan 30 juta rumah tambahan bagi masyarakat di kawasan pedesaan maupun perkotaan.

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mengurangi kesenjangan akses terhadap hunian layak.

Fokus Besar pada Pertanian


Sektor pertanian juga menjadi perhatian utama pemerintahan Modi.

Melalui program PM-KISAN, lebih dari 92 juta petani menerima bantuan langsung pemerintah dengan nilai mencapai lebih dari 2,11 miliar dolar Amerika Serikat.

Pemerintah India juga memperkenalkan berbagai inovasi seperti Soil Health Card, sistem pemasaran digital E-NAM, serta pembangunan infrastruktur irigasi guna meningkatkan produktivitas pertanian nasional.

India Bersih dan Sanitasi Nasional


Pada 2 Oktober 2014, bertepatan dengan hari kelahiran Mahatma Gandhi, Modi meluncurkan gerakan nasional Swachh Bharat Mission atau Misi India Bersih.

Program tersebut berhasil meningkatkan cakupan sanitasi nasional dari sekitar 38 persen pada 2014 menjadi hampir 100 persen pada 2019.

Gerakan tersebut juga menjadi salah satu kampanye kebersihan terbesar dalam sejarah India modern.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)