BAGANSINEMBAH, datariau.com - Kondisi jalan lintas Simpang Pujud kecamatan Bagan Sinembah menuju Tanjung Medan rusak parah, ironisnya jalan ini tidak jauh dari rumah anggota DPRD Rohil Suyadi SP yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Komisi C bidang pembangunan.
Pantauan datariau.com, Jumat (9/1/2015), sekitar 30 meter setelah rumah Suyadi SP tersebut air bercampur tanah menyatu hingga menjadi lumpur, akibatnya para pengguna jalan kesulitan bila melalui jalan tersebut karena seperti kubangan kerbau.
Melihat kondisi itu, para pengguna jalan khususnya pengendara roda dua terpaksa mengambil jalan pintas dengan melalui halaman pekarangan rumah warga, namun untuk roda empat dan seterusnya masih terus berupaya melintasi kubangan tersebut dengan resiko kendaraannya akan seperti keluar dari kubangan berlumpur.
"Terpaksalah kita lalui, mau gimana lagi, anggota DPRD yang jelas orang sini saja tidak mampu berbuat apa-apa, apalah lagi kita," ungkap Sudir salah satu pengguna jalan ketika ditemui datariau.com saat melintas siang tadi.
Sementara itu, Suyadi SP ketika ditemui di kediamannya sedang tidak berada di tempat.
Terpisah, Datuk Penghulu Bakti Makmur, Prawoto ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa kerusakan jalan tersebut diakibatkan curah hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini ditambah truk yang melintas membawa beban kapasitas diatas kemapuan jalan.
"Truk yang lewat rata-rata 8 ton hingga 30 ton, ada yang mengangkut CPO ada juga yang buah sawit, sementara kapasitas jalan maksimal hanya 8 ton," terang Prawoto.
Prawoto menjelaskan, beban tonase setiap truk yang kerap melintas itu diatas kapasitas jalan sudah tudak sesuai lagi, untuk itu dirinya bersama masyarakat meminta agar status jalan yang selama ini hanya jalan kabupaten dapat dinaikkan menjadi jalan propinsi.
"Kalau tidak dinaikkan menjadi jalan propinsi, diperbaiki bagaimanapun ya akan tetap rusak," ungkapnya.
Ditambahkannya, peningkatan status jalan tersebut harus disegerakan sebelum jalur transportasi masyarakat setempat lumpuh. "Dan itu memang harus disegerakan, sebelum jalan ini tidak dapat dilalui," pungkasnya.
Kalau hal itu terjadi, tambahnya, masyrakat akan susah, sebab jalan tersebut merupakan akses vital warga, mulai dari mengeluarkan hasil perkebunan, juga sebagai jalan satu-satunya menuju pusat kota kecamatan serta daerah luar.
"Jalan ini adalah urat nadi masyrakat kami, kiranya pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dapat segera mengusulkan agar jalan tersebut dinaikkan menjadi jalan propinsi, sehingga kekuatan jalan benar-benar mampu menahan beban berat," harapnya. (sam)