KUANTAN SINGINGI, datariau.com - Kabar mengenai keberadaan tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, beredar luas di tengah masyarakat pada Senin (29/6/2026). Informasi tersebut ramai diperbincangkan di berbagai grup WhatsApp dan media sosial sejak pagi.
Berdasarkan pantauan sejumlah awak media di lapangan, aktivitas berbeda dari biasanya terlihat di rumah dinas Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing, Zulkarnaen, yang berada di Jalan Sisingamangaraja, Taluk Kuantan.
Rumah dinas tersebut tampak tertutup dan akses masuk dibatasi. Di halaman rumah dinas terlihat lima unit mobil terparkir, terdiri dari dua unit Toyota Avanza berpelat BM, satu unit Toyota Innova Reborn berpelat BM 1972 AAM, satu unit Toyota Innova Zenix berpelat B 1150 XVM, serta satu unit Toyota Innova Zenix berwarna putih.
Tiga personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berjaga di pos keamanan rumah dinas. Mereka tidak mengizinkan wartawan memasuki area rumah dinas.
Salah seorang petugas Satpol PP membenarkan bahwa Sekda sedang menerima tamu.
"Pak Sekda sedang menerima tamu. Saya tidak tahu siapa tamunya," ujar petugas yang berjaga.
Baca juga:BREAKING NEWS: Operasi KPK di Kuansing, Bupati Suhardiman Amby Dikabarkan Diperiksa
Sejumlah wartawan yang berada di lokasi mengaku melihat seseorang mengenakan pakaian berwarna khaki dengan tulisan "KPK". Namun, identitas maupun keterkaitan orang tersebut dengan kegiatan resmi KPK belum dapat dipastikan.
Setelah melakukan pemantauan di rumah dinas Sekda, sejumlah wartawan mendatangi Mapolres Kuansing menyusul beredarnya informasi mengenai adanya kegiatan tertentu di lokasi tersebut.
Di Mapolres Kuansing, akses masuk juga dibatasi. Gerbang dijaga oleh personel kepolisian, termasuk anggota Brimob.
Perwira jaga, Iptu Febri, meminta awak media untuk sementara waktu tidak memasuki kawasan Mapolres.
"Maaf teman-teman, sekarang belum bisa masuk ke Polres. Untuk segala keperluan, silakan langsung ke Kasi Humas," ujarnya.
Baca juga:Kasus Alih Fungsi Lahan di Kuansing, KPK Kantongi Nama Perusahaan dan Pengusaha
Saat dikonfirmasi, Kasi Humas Polres Kuansing Iptu Abdul Razak membenarkan adanya pembatasan akses masuk ke Mapolres. Namun, ia tidak menjelaskan alasan pembatasan tersebut.
Ketika ditanya mengenai informasi yang beredar terkait dugaan adanya pejabat daerah yang berada di Mapolres, Abdul Razak menyatakan tidak mengetahui informasi tersebut.
"Saya sedang berada di luar. Memang saat ini akses masuk ke Mapolres dibatasi," katanya.
Sementara itu, Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan hingga berita ini dipublikasikan.
Baca juga:Ini Bukti Permulaan KPK Menetapkan Bupati Kuansing Sebagai Tersangka
Di tengah situasi tersebut, beredar pula informasi di masyarakat yang menyebut adanya dugaan operasi penindakan oleh KPK di Kuansing. Bahkan, muncul kabar mengenai dugaan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat daerah. Namun seluruh informasi tersebut belum dapat diverifikasi dan belum dikonfirmasi oleh KPK maupun aparat penegak hukum lainnya.