Hapus Kemiskinan Ekstrem di Kawasan Suaka Margasatwa Rimbang Baling, Pemkab Kampar Rakor dengan BKSDA Riau

datariau.com
1.460 view
Hapus Kemiskinan Ekstrem di Kawasan Suaka Margasatwa Rimbang Baling, Pemkab Kampar Rakor dengan BKSDA Riau

Proposal membuka akses jalan di 9 desa di wilayah kawasan hutan Swakamarga Satwa Bukit Rimbang Bukit Baling, setelah ditelusuri belum maksimal dilaksnakan, begitu juga dengan program lainnya akibat beberapa kendala sehingga MoU tidak berjalan maksimal terutama akibat recofusing Covid-19.

"Peruntukan dan fungsi utama sebagai rumah satwa liar namun di sana terdapat 9 desa, jadi usulan ini dapat diakmodir yang masuk pada blok khusus, sehingga masyrakat dapat melangsungkan hidup dengan kearifan masyrakat yang telah turun menurun," kata Genman.

"Sehingga standart hidup masyarakat dapat kita penuhi dengan adaptasi alam, namun dengan permintaan masyarakat sepanjang 36 KM jalur interpretasi (bisa dimanfaatkan sebagai jalur wisata terbatas), contoh bagaimana pengunjung di sana dapat menyesuaikan dengan alam serta tradisi yang baik sehingga berkelangsungan hingga kemudian hari," lanjut Genman Suhefti Hasibuan.

Sementara itu Asisten II Ekonomi Pembangunan Setda Kampar Ir Suhermi menyatakan, dalam evaluasi, semua kegiatan sudah dilaksanakan namun belum berjalan secara maksimal, ini dikarenakan adanya recofusing akibat adanya wabah Covid-19.

"Jika ditotal terdapat sebanyak 75 unit jembatan dengan biaya sebesar lebih kurang Rp 110 miliar yang terdiri dari jembatan gantung di jalur interpretasi Kecamatan Kampar Kiri Hulu yang meliputi Desa Tanjung Belit, Muara Bio, Batu Sanggan, Tanjung Beringin, Gajah Bertalut, Aur Kuning, Sebayang Jaya, dan Desa Pangkalan Serai," kata Suhermi. (das/kmf)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)