Guru MDTA di Siak Terima Perlindungan Jaminan Sosial Program CSR RS Syafira Pekanbaru

Hermansyah
843 view
Guru MDTA di Siak Terima Perlindungan Jaminan Sosial Program CSR RS Syafira Pekanbaru
Bupati Siak Drs H Alfedri MSi serahkan program CSR dari Rumah Sakit Syafira Pekanbaru kepada guru MDTA secara simbolis.

SIAK, datariau.com - Rumah Sakit Syafira Pekanbaru mengalokasikan Corporate Social Responsibility (CSR) Perlindungan Jaminan Sosial, diberikan kepada 1.756 guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) dan FKDT se-Kabupaten Siak.

Program CSR yang diberikan Rumah Sakit Syafira kepada para guru, yaitu program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Untuk masa perlindungan sampai 5 bulan ke depan.

"Kami atas nama Pemkab Siak mengucapkan terimkasih, kepada owner Rumah Sakit Safira Pekanbaru yang telah menyalurkan CSR-nya di Kabupaten Siak," ungkap Alfedri di ruang live room, kantor Bupati Siak, Senin (22/11/2021) siang.

Alfedri mengucapkan terimakasih kepada BPJS Ketenagakerjaan yang memfasilitasi kegiatan ini. Dengan mengalokasikan program ini atas inisiatif Rumah Sakit Syafira Pekanbaru yang diberikan kepada guru-guru MDTA se-Kabupaten Siak.

"Alhamdulillah, 1.756 guru di Siak akan menerima kartu BPJS ketenagakerjaan, ini merupakan jaminan perlindungan sosial bagi para guru MDTA di Siak. Ini luar biasa, dan ini termasuk sedekah jariah. Semoga Rumah Sakit Syafira lebih baik, lebih maju dan berkembang di masa mendatang," ucap Bupati Siak.

Direktur Rumah Sakit Syafira dr Rina Elfiani menyampaikan RS Syafira salah satu rumah sakit swasta yang ada di Pekanbaru, dan mitra kerja BP Jamsostek selama beberapa tahun selalu menyalurkan program CSR.

"Orang tahunya brand rumah sakit Syafira hanya untuk ibu dan anak, sejak 2009 kami sudah berubah menjadi rumah sakit umum. Sehingga layanan kesehatan sudah terpenuhi secara lengkap. Pada tahun 2018 RS Syafira juga meluncurkan menjadi pusat layanan kecelakaan kerja, membantu akibat kecelakaan kerja," ujarnya.

Di tahun 2021 ini pihaknya juga menyerahkan CSR bagi guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah se-Kabupaten Siak. Dimana jumlahnya berkisar 1.756 orang guru, diserahkan secara simbolis.

"Pada saat kita kerja tentu kita memiliki resiko kerja yang mungkin bisa terjadi, tentu kita butuh perlindungan kerja, bagaimana nantinya dapat dilayani secara penuh. Dari pengobatan sampai sehat hingga sembuh itu, di jamin BPJS pendanaannya secara unlimitid," kata dia.

Rina Elfiani berharap dengan adanya perlindungan ini, membantu guru MDTA untuk bisa bekerja secara aman, nyaman hingga apabila ada resiko kecelakaan kerja, mereka tidak lagi memikirkan terkait dengan pengobatan dan biaya rumah sakit.(rls/Man)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)