Gempa Dahsyat Guncang Venezuela: Ribuan Tewas, Puluhan Ribu Hilang, Ratusan Bangunan Runtuh

datariau.com
296 view
Gempa Dahsyat Guncang Venezuela: Ribuan Tewas, Puluhan Ribu Hilang, Ratusan Bangunan Runtuh

DATARIAU.COM - Venezuela dilanda salah satu bencana gempa bumi paling mematikan dalam beberapa dekade setelah dua gempa besar mengguncang wilayah utara negara itu pada Rabu, 24 Juni 2026, sekitar pukul 18.00 waktu setempat. Hingga Senin (29/6/2026), jumlah korban terus bertambah seiring proses pencarian yang masih berlangsung di berbagai lokasi terdampak.

Berdasarkan laporan terbaru dari otoritas dan tim penyelamat yang dikutip sejumlah media internasional, korban meninggal dunia telah melampaui 1.700 orang, sementara sekitar 5.000 orang mengalami luka-luka. Selain itu, sekitar 45.000 orang masih dinyatakan hilang atau belum dapat dipastikan keberadaannya akibat banyaknya bangunan yang runtuh dan terputusnya akses komunikasi.

Gempa pertama berkekuatan Magnitudo 7,2 mengguncang wilayah sekitar 160 kilometer di sebelah barat Caracas, ibu kota Venezuela. Hanya berselang sekitar 39 detik, gempa kedua yang lebih kuat berkekuatan Magnitudo 7,5 kembali mengguncang kawasan yang sama.

Baca juga:Indonesia Siapkan Kabel Optik Laut Canggih Deteksi Tsunami


Getaran kuat dirasakan di Caracas, negara bagian La Guaira, serta sejumlah wilayah pesisir utara Venezuela. Warga berhamburan keluar rumah dan gedung bertingkat ketika bangunan berguncang hebat. Banyak bangunan roboh dalam hitungan detik, sementara listrik dan jaringan komunikasi terputus di berbagai daerah.

Menurut data seismologi, pusat gempa berada sekitar 160 kilometer di barat Caracas di kawasan pesisir utara Venezuela. Kedua gempa terjadi pada jalur patahan aktif San Sebastian Fault, salah satu sesar utama yang membentang di bagian utara negara tersebut. Gempa kembar (earthquake doublet) seperti ini tergolong jarang karena dua gempa besar terjadi hampir bersamaan dengan magnitudo yang sama-sama tinggi.

Proses evakuasi masih berlangsung sehingga jumlah korban diperkirakan terus meningkat. Kerusakan terjadi secara luas, terutama di negara bagian La Guaira dan kawasan metropolitan Caracas.

Baca juga:Venezuela Libatkan Sipil Bagian dari Militer


Laporan awal menyebut sedikitnya 200 bangunan hancur total, sementara ratusan bangunan lainnya mengalami kerusakan berat. Namun analisis citra satelit yang dikutip AP menunjukkan jumlah struktur yang terdampak kemungkinan jauh lebih besar dibanding laporan awal pemerintah.

Rumah tinggal, apartemen, hotel, sekolah, rumah sakit, jalan raya hingga fasilitas publik mengalami kerusakan. Bandara internasional sempat ditutup untuk pemeriksaan keselamatan setelah sejumlah bagian bangunan mengalami retak dan kerusakan.

Besarnya jumlah korban dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain dua gempa besar terjadi hampir bersamaan sehingga masyarakat tidak memiliki cukup waktu untuk menyelamatkan diri.

Baca juga:Tujuh Orang Tewas, Helikopter Militer Venezuela Jatuh


Banyak bangunan tua yang tidak dirancang tahan gempa sehingga roboh saat guncangan kuat. Kepadatan penduduk di Caracas dan La Guaira menyebabkan banyak warga terjebak di bawah reruntuhan. Krisis ekonomi yang berlangsung bertahun-tahun membuat infrastruktur, layanan kesehatan, dan sistem tanggap darurat melemah. Pemadaman listrik serta terputusnya komunikasi menghambat proses penyelamatan pada jam-jam pertama setelah gempa.

Ribuan personel penyelamat bersama militer, polisi, relawan, dan tim internasional diterjunkan untuk mencari korban yang masih tertimbun reruntuhan.

Puluhan negara mengirim bantuan berupa tenaga medis, tim urban search and rescue, anjing pelacak, obat-obatan, makanan, air bersih, hingga perlengkapan darurat. Meski demikian, warga di sejumlah daerah mengeluhkan bantuan yang datang terlambat dan masih banyak lokasi yang belum sepenuhnya terjangkau.

Baca juga:Warga Terpaksa Makan Daging Busuk, Ini Penyebabnya..


Sejak gempa utama terjadi, wilayah utara Venezuela terus diguncang ratusan gempa susulan. Salah satu gempa susulan berkekuatan sekitar Magnitudo 4,6 kembali mengguncang Caracas dan La Guaira, sehingga memperlambat proses evakuasi dan membuat warga enggan kembali ke rumah mereka.

Hingga saat ini, pemerintah Venezuela masih menetapkan status darurat di wilayah terdampak. Ribuan warga bertahan di tenda-tenda pengungsian, sementara petugas terus melakukan pencarian terhadap korban yang diduga masih tertimbun bangunan runtuh.

Otoritas mengingatkan bahwa jumlah korban meninggal maupun kerusakan diperkirakan masih akan bertambah seiring terbukanya akses menuju lokasi-lokasi yang sebelumnya terisolasi.

Angka korban dan kerusakan masih bersifat dinamis karena operasi pencarian masih berlangsung. Data terbaru dapat berubah sesuai pembaruan resmi dari otoritas Venezuela.***

Source: reuters.com, theguardian.com, timesofindia.indiatimes.com

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)