Ekosistem Kripto RI Makin Matang, Transaksi Sentuh Rp 35 Triliun

Najwa
279 view
Ekosistem Kripto RI Makin Matang, Transaksi Sentuh Rp 35 Triliun
Foto: unsplash.com

DATARIAU.COM - Ekosistem kripto di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan konsisten dengan nilai transaksi aset kripto nasional pada April 2025 mencapai Rp 35,61 triliun, meningkat dari Rp 32,45 triliun pada Maret 2025 menurut laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

OJK juga mencatat jumlah investor kripto naik menjadi 14,16 juta pada April 2025, dibandingkan 13,71 juta pada bulan sebelumnya, sementara jumlah aset kripto yang terdaftar di Indonesia kini mencapai 1.444 jenis. Platform investasi kripto Indodax mencatat volume transaksi sebesar Rp 15,24 triliun pada April 2025, menyumbang sekitar 42,83 persen dari total transaksi kripto nasional.

Vice President Indodax Antony Kusuma mengatakan pertumbuhan ini sebagai bukti bahwa pasar kripto Indonesia semakin matang dan dipercaya masyarakat luas. "Kenaikan jumlah aset dan investor bukan hanya soal angka. Ini adalah refleksi dari pemahaman yang makin dalam masyarakat terhadap potensi aset digital sebagai instrumen investasi yang valid dan terintegrasi dalam ekosistem keuangan modern," ujarnya dalam siaran pers, Kamis.

Antony menambahkan diversifikasi investasi menunjukkan kesiapan pasar menyambut inovasi, sedangkan peningkatan investor menandakan pergeseran paradigma masyarakat yang mulai melihat kripto sebagai bagian dari strategi keuangan jangka panjang. Pondasi regulasi yang semakin kuat dan keterbukaan ekosistem menjadi faktor utama dalam mendorong kepercayaan dan partisipasi investor.

"Industri kripto saat ini berdiri di persimpangan antara teknologi, regulasi, dan edukasi publik. Keseimbangan antara ketiganya sangat krusial untuk menciptakan ekosistem yang sehat dan berkelanjutan," tuturnya. Antony mengapresiasi langkah OJK yang telah memberikan izin resmi kepada 23 entitas kripto, termasuk exchange, lembaga kliring, dan pedagang aset kripto sebagai landasan penting membangun ekosistem kredibel.***

Sumber: kompas.com

Penulis
: Najwa
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)