DATARIAU.COM- OpenAI memutuskan menghentikan
kerja sama dengan penyedia data untuk pelatihan kecerdasan buatan Scale AI
setelah startup tersebut menerima investasi besar dari Meta, menandai perubahan
strategi yang signifikan dalam industri AI.
Dilansir dari
Tech Crunch pada Jumat (20/6/2025), langkah ini merupakan perubahan arah dari
pernyataan sebelumnya dimana Chief Financial Officer OpenAI Sarah Friar sempat
menyatakan bahwa kerja sama dengan Scale AI akan berlanjut meskipun Meta masuk
sebagai investor. Namun kini OpenAI menegaskan bahwa mereka sudah mulai
menghentikan kolaborasi tersebut bahkan sebelum pengumuman resmi Meta pekan
lalu.
OpenAI
menjelaskan bahwa mereka telah mencari penyedia data alternatif yang menawarkan
data yang lebih spesifik dan sesuai kebutuhan untuk pengembangan model AI
generatif lanjutan. Keputusan pemutusan hubungan ini menambah tekanan terhadap
bisnis inti Scale AI, khususnya dalam bidang pelabelan data yang menjadi
andalan utama perusahaan.
Situasi semakin
rumit ketika Reuters melaporkan bahwa Google juga sedang mempertimbangkan untuk
menghentikan penggunaan layanan Scale AI sebagai penyedia data mereka.
Menanggapi spekulasi tersebut, beberapa pesaing Scale AI mengklaim telah
menerima peningkatan minat dari pengembang model AI yang mencari mitra netral
dalam menyediakan data pelatihan.
Dalam sebuah
unggahan blog, penasihat hukum Scale AI berusaha meredam kekhawatiran dengan
menyatakan bahwa Meta tidak akan mendapatkan perlakuan istimewa dan CEO
Alexandr Wang tidak akan terlibat dalam operasional harian perusahaan.
"Meta tidak akan mendapat akses khusus atau perlakuan berbeda dalam
operasional kami," demikian pernyataan penasihat hukum Scale AI.
Kendati begitu,
realitas di lapangan menunjukkan bahwa pelanggan terbesar Scale AI seperti
OpenAI mulai mencari alternatif lain, situasi yang dapat memaksa startup
tersebut untuk mengubah fokus bisnisnya secara fundamental. CEO interim Scale
AI Jason Droege dalam posting blog terpisah mengatakan perusahaan kini akan
memperkuat lini bisnis aplikasi mereka, termasuk membangun solusi AI kustom
untuk lembaga pemerintah dan korporasi besar.
Perubahan
strategi ini mencerminkan dinamika kompetitif yang ketat dalam industri AI,
dimana aliansi strategis dan investasi dari perusahaan teknologi besar dapat
mempengaruhi hubungan bisnis dengan kompetitor. Keputusan OpenAI ini juga
menunjukkan pentingnya independensi penyedia data dalam ekosistem pengembangan
AI yang semakin kompleks.***
Sumber:ANTARA