Dugaan Ribuan Kayu Cerocok Digunakan Sebagai Penopang Jalan di PT CONCH, Kapolres Siak: Kita Cek ya...

Hermansyah
43 view
Dugaan Ribuan Kayu Cerocok Digunakan Sebagai Penopang Jalan di PT CONCH, Kapolres Siak: Kita Cek ya...
Temuan tumpukan kayu di Kecamatan Tualang, Siak, beberapa waktu lalu.

SIAK, datariau.com - Temuan ribuan kayu cerocok dengan berbagai jenis dan ukuran diduga digunakan sebagai pembuatan jalan oleh perusahaan (PT CONCH) di Kecamatan Tualang, Siak, Riau, mendapat perhatian serius saat ini.

Kenapa tidak, pemanfaat ribuan kayu cerocok itu, tentu sangat erat kaitan dengan pembabatan hutan atau penebangan pohon remaja dan merusak ekosistem kawasan hutan bagi habitat margasatwa.

Perusakan hutan sudah barang tentu merusak ekosistem demi keberlangsungan hidup dimasa yang akan datang.

Sosialisasi Program Green Policing Polda Riau terus dilakukan untuk menjaga dan merawat lingkungan (sumber daya alam) agar tetap terjaga. Dengan cara menanam bibit pohon baru.

Beberapa waktu lalu, Kanit Tipiter Polres Siak, Ipda Habib mengatakan, akan melakukan peninjauan dan turun ke lokasi dimana ribuan kayu-kayu tersebut, bertumpuk.

"Terimakasih infonya bang, besok kami lakukan pengecekan lokasi bersama Polsek Tualang. Belum bang, rencana besok kami jadwalkan dengan orang Polsek Tualang," kata Kanit Tipiter Polres Siak saat itu.


Sementara itu, Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar SH SIK MH dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp mengatakan, akan melakukan peninjauan dari mana asal usul kayu tersebut.

"Terima kasih, kita cek ya. Kalau dari hutan lindung, kita tidak ada kompromi," tegas Kapolres Siak kepada media ini, Ahad (15/3/2026) sekira pukul 22.30 WIB.

Sekedar informasi, untuk ukuran kayu, diketahui berdiamater dan panjang bervariasi dengan harga tertentu.

Dimana untuk panjang 4 meter dengan diameter batang 10-12 cm dengan harga 32ribu-48ribu. Sementara untuk ukuran panjang 6 meter dengan diameter yang sama, dengan harga 40ribu-68ribu.

Hingga berita ini tayang dihalaman datariau.com, Senin (16/3/2026), wartawan masih berusaha untuk mendapatkan keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun pihak-pihak terkait.(***)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)