Cegah Demam Berdarah, Pj Bupati Kampar Gelar Gerakan PSN Massal

datariau.com
997 view
Cegah Demam Berdarah, Pj Bupati Kampar Gelar Gerakan PSN Massal
Foto: Diskominfo Kampar
Pj Bupati Kampar saat menyampaikan pidato dalam Pencanangan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Massal, Jumat (14/10/2022).

BANGKINANG KOTA, datariau.com - Dalam upaya pencegahan penyebaran bahaya nyamuk malaria, Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar melalui Dinas Kesehatan Kampar menggelar Pencanangan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Massal, Jumat (14/10/2022).

Gerakan PSN yang dilaksanakan di Perumahan Cadika Desa Ridan Permai Kecamatan Bangkinang Kota tersebut, dihadiri Pj Bupati Kampar Dr H Kamsol MM.

Saat membuka pencanangan, Dr Kamsol menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Memang ini sudah menjadi tanggung jawab bersama dalam pencegahan DBD.

"Makanya ini dilakukan guna mencegah minimnya kedepan angka korban kasus demam berdarah dan korban kematian akibat gigitan nyamuk malaria. Untuk itu peran serta masyarakat untuk menekan kasus ini juga sangat menentukan," kata Kamsol.

Dijelaskan Kamsol, penting melakukan kewaspadaan terhadap penyakit DBD karena bagian dari indek pencapaian penurunan angka kematian. Artinya bagaimana meningkatkan angka harapan hidup, salah satu adalah menurunkan angka kematian yang diakibatkan penyakit menular dan penyakit tertentu.

"Dalam pencegahan ini, kita juga dituntut dalam menyediakan fasilitas yang ada khsusunya di setiap puskesmas. Kita masih memiliki sebanyak 23 desa yang masih minim prasanana kesehatan atau termasuk dalam kemiskinan ekstrem," terang Kamsol.

Untuk itu, kepada para Camat dan Kapus juga diminta perannya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Siapapun yang melapor, wajib turun dan menjadi tanggungjawab dalam melayani dengan masksimal untuk mendapatakn pelayanan kesehatan dan pelayanan lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kampar Zulhendra Das'at dalam laporannya menyampaikan, bahwa kasus Demam Berdara Dengue (DBD) pada Juli 2022 sebanyak 27 kasus, Agustus 24 kasus, September 17 kasus, Oktober 2 kasus serta sebanyak 3 kasus kematian.

"Untuk itu, ini adalah langkah dilakukan Dinkes dalam mengantisipasi secara dini dengan melalui 3 M (menguras, menutup, dan mengubur). Menguras, dimana hal ini dilakukan dengan membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum," kata Kadiskes.

Tag:DBD
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)