BMKG Beri Peringatan Dini Adanya Fenomena La Nina di Akhir 2021 Hingga Awal 2022

856 view
BMKG Beri Peringatan Dini Adanya Fenomena La Nina di Akhir 2021 Hingga Awal 2022
Gambar: Suara.com

DATARIAU.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini terkait adanya fenomena La Nina menjelang akhir tahun 2021 hingga awal tahun 2022 mendatang.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menuturkan peringatan dini tersebut merupakan hasil dari monitoring terkait perkembangan terbaru dari data suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur.

Data itu menunjukkan bahwa pada saat sekarang ini, nilai anomali telah melewati ambang batas La Nina, yakni sikitar -0,61 pada Dasarian I atau 10 hari pertama bulan Oktober 2021.

"Kondisi ini berpotensi untuk terus berkembang dan kita harus segera bersiap menyambut kehadiran La Nina 2021/2022 yang diprakirakan akan berlangsung dengan intensitas lemah-sedang, setidaknya hingga Februari 2022," kata Dwikorita dalam Konferensi Pers, Senin (18/10/2021).

"Berdasarkan hasil monitoring, La Nina lemah, meskipun masih lemah, namun harus waspada. Bila nanti menjadi moderat, maka dampaknya akan lebih dari saat ini," kata dia.

Meski bukan badai tropis, La Nina umumnya akan berdampak pada curah hujan yang tinggi dan berisiko tingkatkan peluang terjadinya ancaman bencana hidrometeorologi, khusunya di wilayah rawan.

Adapun beberapa bentuk bencana hidrometeorologi akibat curah hujan tinggi tersebut adalah longsor, banjir, banjir bandang, jalan licin, pohon tumbang, puting beliung, angin kencang, badai tropis dan lainnya.

Berdasarkan pembelajaran dari fenomena La Nina dilakukan tahun 2020 lalu, hasil kajian BMKG menunjukkan curah hujan mengalami peningkatan di bulan November, Desember hingga Januari akibat adanya fenomena La Nina ini.

Daerah terdampak La Nina terutama di wilayah Sumatera bagian Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan bagian Selatan dan Sulawesi bagian Selatan.

Wilayah-wilayah tersebut berpotensi mengalami peningkatan curah hujan kisaran 20 hingga 70 persen di atas normal.

Dwikorita mengatakan, La Nina diprediksikan memiliki dampak yang sama dengan tahun lalu yang diikuti dengan berbagai bencana hidrometeorologi secara sporadis di berbagai wilayah yang terdampak dengan adanya potensi peningkatan curah hujan pada periode musim hujan tersebut.

Oleh sebab itu, ia mengingatkan agar pemerintah daerah, masyarakat, dan semua pihak yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan pengurangan risiko bencana di daerah terdampak La-Nina, untuk segera melakukan langkah pencegahan dan mitigasi terhadap peningkatan potensi bencana hidrometeorologi.

"Sekali lagi, kami meminta untuk seluruh pihak perlu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi lanjut dari curah hujan tinggi yang dapat memicu bencana hidrometeorologi," ujarnya. (*)

Source: Kompas.com

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)