PEKANBARU, datariau.com - Pemadaman listrik massal atau blackout yang melanda sejumlah wilayah Sumatera pada Jumat (22/5/2026) malam menyisakan berbagai kerugian bagi masyarakat. Tidak hanya warga dan pelaku usaha kecil, dampak blackout juga dirasakan langsung oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho.
Sebanyak 29 ekor ikan koi peliharaan milik Agung Nugroho dilaporkan mati akibat sistem aerator dan sirkulasi kolam berhenti total saat listrik padam berjam-jam. Peristiwa itu baru diketahui pada Sabtu pagi ketika ikan-ikan koi berukuran besar tersebut mengapung di kolam rumah pribadinya.
Dalam keterangannya, Agung mengaku rumahnya tidak memiliki genset sehingga seluruh sistem pendukung kolam otomatis mati ketika aliran listrik PLN terputus.
“Karena di rumah tidak ada genset, semua ikan koi kesayangan saya mati. Mengapung semua,” tulis Agung Nugroho di akun Instagram pribadinya.
Baca juga:
UMKM Pekanbaru Merugi Gara-gara Listrik Mati, Blackout Sumatera Menyisakan Luka
Blackout sendiri terjadi sekitar pukul 18.44 WIB dan berdampak luas di berbagai wilayah Sumatera, termasuk Riau, Sumatera Barat, Jambi, Lampung, Aceh, hingga Sumatera Utara. Di Pekanbaru, sebagian kawasan dilaporkan gelap total sejak Maghrib hingga dini hari sebelum berlanjut dengan pemadaman bergilir.
Unggahan Agung Nugroho mengenai matinya ikan koi miliknya di media sosial langsung viral dan memancing banyak reaksi masyarakat. Warga ramai membagikan pengalaman selama blackout, mulai dari kerusakan alat elektronik, aktivitas terganggu, hingga kerugian usaha akibat listrik padam terlalu lama.
Baca juga:Pelanggan PLN Bisa Dapat Kompensasi Akibat Listrik Padam Massal? Baca Aturannya
Di media sosial Instagram, unggahan tersebut dipenuhi komentar netizen yang mengaku mengalami nasib serupa. Ada warga yang kehilangan stok makanan beku karena kulkas mati, ada pula pedagang minuman yang kesulitan mendapatkan pasokan es batu akibat pabrik es tidak beroperasi.
Peristiwa matinya 29 ikan koi milik wali kota dinilai menjadi simbol bahwa blackout Sumatera berdampak ke semua kalangan tanpa memandang jabatan. Bahkan, menurut Agung Nugroho, kerugian masyarakat jauh lebih besar dibanding kerugian pribadi yang ia alami.
Baca juga:Kota Pekanbaru Panas “Bedengkang”, Listrik Padam Siang-Malam, Warga Minta Kompensasi PLN
Sejak Jumat malam, laporan masyarakat disebut membanjiri saluran pengaduan Pemerintah Kota Pekanbaru. Keluhan datang dari sektor rumah tangga hingga pelaku UMKM yang menggantungkan aktivitas usahanya pada pasokan listrik stabil.
Warga kini berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan di Sumatera agar blackout serupa tidak kembali terulang. Pasalnya, selain mengganggu aktivitas harian, pemadaman massal juga memicu kerugian ekonomi yang tidak sedikit bagi masyarakat.***
Baca juga:Tips untuk Masyarakat Riau agar Tetap Bisa Online Saat Blackout Melanda