Begini Kronologi Sanksi WADA Berdampak Pahit buat Tim Thomas Indonesia

Ruslan
1.026 view
Begini Kronologi Sanksi WADA Berdampak Pahit buat Tim Thomas Indonesia
Tim Piala Thomas Indonesia. (Foto: AFP)

DATARIAU.COM - Sanksi kepada Indonesia dengan tidak memperbolehkan bendera Merah Putih berkibar saaat seremoni gelar juara Piala Thomas seakan mengejutkan banyak pihak.

Padahal, jauh-jauh hari stakeholder Indonesia (Kemenpora, LADI, KONI dan KOI) sudah diperingatkan soal sanksi ini oleh Badan Anti-Doping Dunia (WADA).

Sebenarnya WADA tanggal 7 Oktober lalu menyatakan Indonesia, Thailand dan Korea Utara sebagai negara yang tidak menerapkan program pengujian yang efektif. Sanksinya adalah Indonesia tidak memenuhi syarat untuk diberi hak menjadi tuan rumah kejuaraan regional, kontinental, atau dunia selama penangguhan.

Tidak itu saja, perwakilan dari tiga negara juga tidak memenuhi syarat untuk duduk sebagai anggota dewan di komite sampai negara mereka dipulihkan atau untuk jangka waktu satu tahun, mana yang lebih lama.

Atlet dari tiga negara tersebut masih diizinkan turun di kejuaraan regional, kontinental dan dunia, namun tidak bisa mengibarkan bendera nasional mereka selain di Olimpiade. Dan, sanksinya sudah langsung diterima tim bulutangkis Indonesia yang menjadi juara di Piala Thomas 2020.

Soal teguran ini, Menpora Zainudin Amali mengatakan sudah langsung memberikan respons dengan melakukan koordinasi dengan Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) untuk mempertanyakan di mana posisi Indonesia sehingga sampai dikatakan tidak patuh tersebut.

"Surat WADA tersebut hadir lebih kepada pengiriman sampel, di mana pada tahun 2020 lalu kita memang merencanakan untuk memberikan sampel, namun lantaran pandemi Covid-19 hadir di tahun yang sama, sehingga tidak ada kegiatan-kegiatan olahraga yang bisa kita jadikan sampel untuk antidoping pada saat pelaksanaan kegiatan tersebut. Ini yang menyebabkan tidak terpenuhinya sampel itu," ucap Menpora Amali saat menggelar jumpa pers secara virtual pada Jumat (8/10/2021) dari Jayapura.

Menpora Amali sangat optimis jika masalah ini akan selesai. "Saya optimis permasalahan ini akan beres, setelah kita melakukan komunikasi untuk tahun 2021 ini dengan sampel-sampel anti-doping yang diambil dari pelaksanaan PON ini," lanjutnya.

Amali mengaku sudah langsung mengirimkan surat balasan ke WADA pada 8 Oktober lalu. Dia memastikan bahwa Indonesia tidak akan kehilangan hak-haknya di ajang olahraga internasional dan masih bisa menjadi tuan rumah kejuaraan internasional.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)