Atib Koambai, Tradisi Tolak Bala di Daerah Kubu Rokan Hilir

datariau.com
2.625 view
Atib Koambai, Tradisi Tolak Bala di Daerah Kubu Rokan Hilir
Foto: Nuraini
Atib Koambai, yaitu tradisi menaiki sampan oleh para laki-laki menuju ke Muara Sungai Kubu Tanjung Lumba Lumba, untuk meminta kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar dijauhkan dari segala bala maupun bencana.

ROHIL, datariau.com - Daerah Kubu yang masuk dalam Kecamatan Kubu dan Kecamatan Kubu Babussalam memiliki salah satu tradisi yang disebut Atib Koambai, yaitu tradisi menaiki sampan oleh para laki-laki menuju ke Muara Sungai Kubu Tanjung Lumba Lumba, untuk meminta kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar dijauhkan dari segala bala maupun bencana.

Tradisi ini biasanya dilaksanakan pada hari ketiga Hari Raya Idul Fitri. Atib Koambai juga menjadi event Wisata Religi di daerah Kubu, sehingga masyarakat yang berada di luar Kubu beramai-ramai datang untuk melihatnya.

Tradisi Atib Koambai biasanya masyarakat berkumpul terlebih dahulu di satu titik, kemudian secara bersama-sama menuju ke Muara Sungai Kubu Tanjung Lumba Lumba.

?Saya berharap agar tradisi Atib Koambai ini bisa menarik minat pengunjung yang ingin mengetahui secara langsung tradisi ini,? kata Safarudin, Kepala Desa Kubu.

?Semoga kesakralan dari Atib Koambai ini terus dijaga oleh masyarakat dan dilestarikan hingga sampai ke anak cucu,? kata samsul, Tetua adat Kubu.

Tradisi ini patut dipertahankan sebagai salah satu bukti kekayaan kebudayaan yang ada di Indonesia, khususnya untuk daerah Kubu, dimana dalam tradisi ini masyarakat bisa saling berkumpul, yaitu khusus laki-laki dan tidak terjadi perkumpulan antara lelaki dan perempuan yang bukan mahrom.

Peserta tradisi Atib Koambai memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, tentunya dengan penuh kepercayaan hanya Allah Subahanahu wa Ta'ala yang menguasai seluruh kebaikan dan mudharat, baik yang belum menimpa maupun yang sudah menimpa. Sehingga setiap umat Islam harus yakin dan percaya hanya boleh bergantung kepada Allah, tidak boleh menggantungkan kepada selain Allah.

Allah ta?ala berfirman, ?Katakanlah: Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudhratan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmat-Nya? Katakanlah: Cukuplah Allah bagiku, kepada-Nya lah bertawakal orang-orang yang berserah diri.? (QS. Az Zumar [39]: 38)

Ayat ini dan ayat-ayat yang semacamnya memupus ketergantungan hati kepada selain Allah dalam meraih kebaikan atau menolak madharat, dan menunjukkan bahwasanya ketergantungan hati kepada selain Allah itu termasuk perbuatan mempersekutukan-Nya.

Seorang yang ingin meraih manfaat atau menolak mudharat tentunya berusaha menempuh sebab demi tercapainya keinginannya. Dalam menempuh sebab ini ada tiga pedoman yang harus diperhatikan:

1. Sebab yang ditempuh harus diizinkan oleh syariat, baik yang terbukti dengan jalan wahyu maupun yang diperoleh berdasarkan pengalaman.

2. Tidak boleh bersandar kepada sebab, tetapi harus senantiasa menyandarkan hati kepada pencipta dan penguasa sebab yaitu Allah ?azza wa jalla, dengan tetap bersemangat mencari sebab-sebab yang bermanfaat.

3. Harus diyakini bahwa sekuat apapun sebab tetap ditentukan oleh takdir dari Allah. Bisa jadi hukum sebab akibat itu dibiarkan berjalan sebagaimana biasa dan bisa juga sebaliknya.

Apabila kita cermati baik-baik maka ternyata kunci utama agar kita terbebas dari ketergantungan kepada selain Allah adalah dengan bertawakal kepada-Nya. Oleh karena itulah Allah memerintahkan untuk mengatakan, ?Cukuplah Allah bagiku? dan Allah tegaskan bahwa orang yang bertawakal itu senantiasa menyerahkan urusannya kepada Allah ta?ala. Ini artinya orang yang tidak bertawakal kepada-Nya maka tidaklah ia disebut orang yang bertawakal. Bahkan dia telah kehilangan kesempurnaan atau bahkan seluruh imannya, sebagaimana diisyaratkan oleh Allah dalam firman-Nya, ?Kepada Allah lah orang-orang yang beriman menyerahkan diri.? (QS. At Taubah [9]: 51). Dan barangsiapa yang menyerahkan urusan kepada selain-Nya maka dia akan dihinakan dan tidak akan mendapatkan apa yang diharapkannya.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)