SMM PANEL INDO

AMSI Riau dan APHI Gelar Workshop Pemanfaatan AI untuk Produksi Konten Multimedia

datariau.com
119 view
AMSI Riau dan APHI Gelar Workshop Pemanfaatan AI untuk Produksi Konten Multimedia
Foto: Riki
AMSI Riau berkolaborasi dengan APHI Komda Riau menggelar workshop bertajuk “Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Produksi Konten Multimedia”, Kamis (27/8/2026).

PEKANBARU, datariau.com - Aliansi Media Siber Indonesia (AMSI) Riau berkolaborasi dengan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Komda Riau menggelar workshop bertajuk “Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Produksi Konten Multimedia”, Kamis (27/8/2026), di Hotel Pangeran Pekanbaru.

Kegiatan tersebut diikuti wartawan media online serta humas atau corporate communication (corcom) perusahaan anggota APHI. Workshop ini menjadi ruang pembelajaran dan diskusi mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam mendukung pekerjaan jurnalistik dan komunikasi perusahaan.

Materi sesi pertama disampaikan Dimas Ibrahim dari Product Manager Tempo Digital, membahas pemanfaatan AI dalam berbagai tahapan produksi konten, mulai dari riset, monitoring isu, penulisan berita, produksi video dan grafis hingga distribusi ulang atau content repurposing. Materi pelatihan juga menekankan pentingnya memahami kemampuan sekaligus keterbatasan AI sebelum teknologi tersebut digunakan dalam pekerjaan profesional.

Baca juga:Nyaman Dibaca Tanpa Iklan Menutup Halaman Berita, Media Online Data Riau Jadi Pilihan Mahasiswa untuk Ekspos Tugas Kuliah


Dalam proses jurnalistik, AI dapat dimanfaatkan sejak tahap praproduksi untuk memantau tren dan isu yang berkembang, melakukan riset terhadap dokumen atau data, mentranskripsikan wawancara, membantu menentukan angle serta menyusun daftar pertanyaan. AI juga dapat membantu proses awal verifikasi data, foto, dan lokasi.

Pada tahap produksi, teknologi AI dapat digunakan untuk membantu membuat draf awal berita, adaptasi bahasa, memberikan rekomendasi judul dan kata kunci, hingga mendukung pembuatan aset visual seperti ilustrasi, audio dan penyuntingan video. Meski demikian, proses penyuntingan akhir tetap membutuhkan pemeriksaan ejaan, tata bahasa dan terutama akurasi fakta.

Workshop juga mengangkat pemanfaatan AI untuk monitoring topik. Dalam materi disebutkan, proses monitoring perlu diawali dengan menentukan tujuan secara spesifik, sumber data yang akan dipantau, model AI yang memiliki akses terhadap data tersebut, format keluaran yang diharapkan serta rekomendasi yang ingin diperoleh.

Bagi media, kemampuan tersebut dinilai dapat membantu mengidentifikasi isu yang sedang berkembang di media sosial maupun pencarian internet. AI dapat digunakan untuk membantu menganalisis informasi kompleks dan menyusun rekomendasi, dengan catatan sumber data serta keterbaruan informasi harus menjadi perhatian.

Baca juga:Hari Jadi ke-12 Tahun Data Riau Media: Terus Melaju, Tak Berhenti Beradaptasi


Selain monitoring, peserta juga mendapatkan materi mengenai riset dan drafting konten. Salah satu pendekatan yang diperkenalkan adalah Retrieval-Augmented Generation (RAG), yakni metode yang memungkinkan model AI menggunakan dokumen eksternal sebagai sumber informasi sebelum menghasilkan jawaban. Pendekatan ini dinilai dapat membantu pekerjaan jurnalistik karena memungkinkan AI bekerja berdasarkan dokumen yang diberikan dan memudahkan proses penelusuran sumber.

Tahapan riset dengan AI dapat dimulai dari mengumpulkan transkrip wawancara, laporan PDF dan data mentah dalam satu tempat. AI kemudian dapat dimanfaatkan untuk mengekstrak informasi penting dari bahan tersebut. Setelah itu, setiap informasi dan kutipan yang dihasilkan AI tetap harus melalui proses verifikasi dan cross-reference atau pemeriksaan silang sebelum digunakan dalam produk jurnalistik.

Workshop juga menyoroti sejumlah risiko penggunaan AI, di antaranya bias algoritma dan data, kemungkinan terjadinya halusinasi atau kesalahan interpretasi, keamanan data dan privasi, serta ketergantungan berlebihan terhadap AI. Ketergantungan tersebut berisiko membuat jurnalis mengabaikan proses verifikasi dan pemeriksaan lapangan.

Karena itu, penerapan prinsip human-in-the-loop (HITL) menjadi bagian penting dalam penggunaan AI. Konsep tersebut menempatkan manusia tetap terlibat dalam pengawasan, pengambilan keputusan dan evaluasi keluaran sistem otomatis untuk memastikan akurasi, keamanan, akuntabilitas serta pertimbangan etis.

Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau


Materi lainnya adalah content repurposing, yakni mengolah kembali konten yang sudah diproduksi menjadi format baru untuk disebarluaskan melalui berbagai kanal dan menjangkau audiens yang berbeda. Sebuah artikel, misalnya, dapat dikembangkan menjadi video pendek, utas media sosial, carousel Instagram, infografis, newsletter, podcast maupun format lainnya sesuai karakteristik platform.

Melalui workshop ini, wartawan dan praktisi komunikasi perusahaan didorong tidak sekadar menggunakan AI untuk mempercepat produksi, tetapi juga memahami strategi pemanfaatannya secara tepat. AI ditempatkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan efisiensi dan kreativitas, sementara keputusan akhir, verifikasi fakta dan tanggung jawab atas konten tetap berada pada manusia.

Sebelumnya, Ketua AMSI Riau, Firman, mengatakan AI perlu dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung kerja media. Namun, penggunaan teknologi tersebut harus tetap berada dalam koridor ketentuan dan prinsip jurnalistik.

Sekretaris Jenderal APHI Komda Riau, Suyatno, mengapresiasi AMSI Riau yang telah menggagas kegiatan tersebut bersama APHI Riau.

Kolaborasi AMSI Riau dan APHI Komda Riau tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas insan media dan komunikasi perusahaan dalam menghadapi perkembangan teknologi digital yang semakin cepat, khususnya dalam produksi dan distribusi konten multimedia. (rik)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)