PEKANBARU, datariau.com - Pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang berada di Kabupaten Kampar bernama Hendrik merasa tidak nyaman dengan kehadiran seseorang yang mengaku sebagai anggota Polisi yang bertujuan untuk melakukan pengecekan izin usahanya.
Hendrik yang merasa tidak nyaman dengan kehadiran oknum kepolisian karena merasa dirinya dituduh tidak memiliki izin usaha, pelaku UKM ini mengambil tindakan dengan berkoordinasi dengan pihak Forum Daerah Usaha Kecil dan Menengah (Forda UKM) Sumut.
Tak lama kemudian pihak Forda UKM Sumut datang ke Pekanbaru untuk menindaklanjuti keluhan salah satu usaha UKM yang berada di Kabupaten Kampar, dengan kehadirannya juga pihak Forda UKM Sumut melakukan pembentukan Forda UKM Riau, Kamis (10/5/2018).
Dalam agendanya pihak Forda UKM Sumut mengumpulkan beberapa pengusaha UKM Riau untuk melakukan sosialisasi tentang peran serta Forda UKM Sumut yang sudah terbentuk.
Dalam sosialisasinya, Kamis (11/5/2018) siang, Forda UKM Sumut sudah mengatakan banyak lakukan gebrakan aksi binaan terkait keluhan UKM yang berada di Sumut selama ini.
Di dalam rapat forum tersebut Wakil Ketua Forda UKM Sumut Sri Wahyuni menyampaikan kekecewaannya, dia menyayangkan pihak UKM di Riau ternyata sampai saat ini sering diperlakukan tak nyaman oleh oknum kepolisian dan oknum OKP, karena oknum petugas tersebut seolah-olah memeriksa izin usaha lalu diduga meminta sejumlah uang terhadap pengusaha UKM tersebut.
Dengan sering terjadi hal yang meresahkan terhadap UKM di Riau, pihak Forda UKM Sumut lakukan pembentukan Forda UKM Riau pada saat rapat forum tersebut, hasil dengan keputusan bersama peserta pengusaha UKM di Riau, menunjuk pengurus Ketua Forda UKM Riau 2017-2023 bernama Hendrik dengan Wakil Ketua Armen Syam, dan sebagai Sekretaris Efendi serta Bendahara Rina.
Wakil Ketua Forda UKM Sumut Sri Wahyuni menyampaikan kepada Datariau.com saat usai rapat Forum tersebut, dengan terbentuknya Forda UKM Riau kedepan dapat bersama-sama bersinergi dalam peran apapun yang akan mereka hadapi.
"Tentunya hal yang telah terjadi baru-baru ini kasus sweeping yang kurang menyenangkan menurut saya seperti ditakuti-takuti, diperas, jadi terbentuknya Forda UKM Riau ini, peserta Forda UKM Riau dapat bekerjasama terhadap pihak-pihak yang dapat meresahkan bagi pengusaha UKM yang saat ini sering mereka alami," sebutnya.
Terbentuknya Forda UKM Riau, lanjutnya, juga agar pengusaha UKM dapat sharing bersama dalam forum ini terkait perizinan UKM yang ada di Provinsi Riau, dan tergabungnya pihak pengusaha UKM di wadah ini akan siap mendampingi baik itu terkait perizinan maupun masalah yang keterkaitan dengan UKM mereka.
"Pada dasarnya harapan kita terbentuknya Forda UKM Riau kedepan dapat juga terbangun wadah forum yang besar nantinya agar dapat menyelesaikan permasalahan dengan bersama-sama," harapan Sri Wahyuni.
Ketua Forda UKM Riau yang baru ditunjuk Hendrik, juga menyampaikan perannya kedepan, para pelaku UKM yang ada di Provinsi Riau dapat menyelesaikan izin usaha selaku mereka pelaku usaha melakukan usahanya yang baik dan benar.
"Diminta juga baik bagi pelaku usaha selain izin bagi usaha produksi makanan dan minuman untuk menjaga kualitas produksinya jangan sampai ada kandungan zat yang berbahaya, diterapkan hal ini agar juga tidak ada sela bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab menyalahkan bagi pelaku usaha UKM tersebut, kedepan kami akan lebih menyampaikan surat ke instansi yang terkait dalam terbentuknya Forda UKM Riau dengan sekaligus memohon kepada pihak pemerintah agar dapat dipermudah dalam pengurusan izin usaha di pemerintahan," tutup Hendrik.