Siapa di Balik Larangan Prabowo Shalat Jumat di Masjid Kauman?

datariau.com
735 view
Siapa di Balik Larangan Prabowo Shalat Jumat di Masjid Kauman?
Ilustrasi (Foto: Internet)

DATARIAU.COM - Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman, mengaku prihatin dengan adanya larangan tehadap Capres Prabowo Subianto yang akan melaksanakan salat Jumat di sebuah masjid di kota Semarang.

Hari ini, Jumat (15/2/2019), Takmir Masjid Agung Semarang, KH Hanief Ismail membuat press rilis yang meminta agar Bawaslu melarang Prabowo shalat Jumat di masjid Kauman, Semarang. Hanief menilai shalat itu mempunyai tujuan politis.

"Saya prihatin dengan kejadian ini, mengingatkan pada masa kecil. Terakhir kali saya mendengar orang shalat dilarang-larang waktu kecil tahun 60-an. Ada kelompok yang melarang mushallanya dipakai karena beda aliran. Ada kelompok yang menghalangi rombongan mau shalat ied di lapangan," tutur Sudirman.

Menurutnya, saat ini sudah era terbuka, antar umat saling toleran. Era demokrasi. "Beda pilihan ya biasa saja. Kok sampai ada pelarangan seorang calon Presiden masuk ke masjid," tambahnya.

Sebagai orang yang pernah berlaga pada pemilihan Gubernur Jateng 2018, Sudirman meyakini itu bukan sikap warga Semarang, bukan pula sikap umat Islam Semarang. Lebih lagi bukan sikap kolektif takmir Masjid Kauman.

"Masjid Kauman punya sejarah panjang, pasti para pengurusnya memiliki kebijakan, keluasan pikiran dan hati. Saya tidak percaya kalau mereka tega melarang-larang," ujarnya.

Pada waktu pemilihan gubernur, Sudirman penah dua kali shalat Jumat di masjid Kauman. "Saya mau duduk di barisan tengah karena masuk terlambat, oleh pengurusnya malah dibawa ke mihrab, duduk sebalahan dengan Imam," katanya.

Sesudah selesai shalat diajak makan siang oleh seluruh takmir. Sambutan warga juga luar biasa. Karena itu sekali lagi dia menyayangkan sampai terjadi larangan shalat Jumat terhadap Prabowo. "Saya kok menduga ini justru ada pihak lain yang mempolitisasi shalat Jumat-nya Pak Prabowo," tegasnya. (rls)

Editor
: Redaksi
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)