SIAK, datariau.com - Perekrutan tenaga kerja yang dibutuhkan oleh PT Truba Jaga Cita (TJC) yang mendapat kegiatan shutdown di PT Indah Kiat Pulp and Paper Perawang Kecamatan Tualang Kabupaten Siak.
Supervisor PT Truba inisial Yd saat melakukan perekrutan tenaga kerja ketika pekerja clearen Supervisor tersebut diduga ambil upeti dari pekerja melalui rekomendasinya.
Selain itu, Supervisor juga manipulasi absen pekerja yang berhalangan atau tidak masuk bekerja saat itu. "Kemarin itu pernah supervisornya bernama Yd ini mencatat nama-nama pekerja yang ikut shutdown, terus dari situ Yd ini mengambil uang sebesar Rp150.000 dari setiap pekerja melalui rekomnya," kata ML (nama samaran) kepada datariau.com, Selasa (10/7/2019) sore.
Sekarang, Lanjut ML, bukan Supervisor bernama Yd itu yang mengambil atau menunggu pekerja yang selesai shutdown saat menarik uang di ATM itu ada salah satu anggota Supervisor ini yang menunggu dan mengutip uang kepada pekerja tadi.
"Mungkin karena takut ketahuan pimpinan, sekarang Yd tidak lagi menunggu di ATM, yang menunggu itu anggotanya, entah itu Weldernya bernama inisial Ta," ungkapnya.

Foto: Oknum Supervisor PT Truba Jaga CitaParahnya lagi, kata ML, yang mengetahui persis kronologi itu menjelaskan, didalam catatan Supervisor sudah ada nama-nama pekerja. Jika, shutdown itu satu minggu (7 hari), sementara pekerja hanya masuk 5 hari kerja, tetap mendapat upah selama 7 hari.
"Terkadang absen pekerja yang hanya masuk 5 hari kerja, Yd ini yang mengisi absen pekerja itu penuh. Padahal, ada yang tidak masuk. Namun, absen tetap di isi olehnya, dan ketika clearen (gajian) Yd ini meminta uang kepada pekerja yang tidak masuk kerja beberapa hari tadi sebanyak absen yang telah di isinya sendiri," jelasnya.
Menindaklanjuti informasi yang berkembang dikalangan pekerja di PT Truba Jaga Cita (TJC) perihal pemotongan upah pekerja sebesar Rp150.000 kepada setiap pekerja melalui rekomendasi Supervisor PT Truba inisial Yd saat dihubungi hingga berulang kali enggan mengangkat telpon awak media ini, Rabu (10/7/2019) malam.
Kemudian dicoba dihubungi kembali melalui pesan singkat WhatsApp ke nomor kontak tujuan 0812-7738-xxxx dilihat dan dibaca dengan ditandai dengan centrang biru, Rabu (10/7/2019).
Lagi-lagi, Supervisor PT Truba ini pun masih enggan untuk menjawab pertanyaan perihal dugaan pemotongan upah sekaligus pengisian absen bagi pekerja yang berhalangan masuk pada hari itu.
Hingga berita ini terbit dilaman datariau.com, Kamis (11/7/2019) siang, awak media belum mendapati keterangan resmi dari yang bersangkutan (Supervisor) tersebut.