TEMBILAHAN, datariau.com - Peringatan Israk Mikraj Nabi Muhammad SAW tidak hanya diadakan di masjid dan pengajian saja, sejumlah sekolah juga seolah tidak mau ketinggalan.
Seperti yang dilakukan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Negeri I Indragiri Hilir di Jalan Soebrantas, Tembilahan pada Rabu (11/3). Hebatnya lagi, kegiatan itu juga dibarengi dengan khataman Al Quran oleh para murid.
Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Negeri I Indragiri Hilir, Masnaldi, S.Pd.I mengatakan, berbagai kegiatan lainnya juga diadakan dalan serangkaian kegiatan Israk Mikraj tersebut. Seperti halnya salat Duha, olahraga, dan kegiatan lainnya. Dia berharap seluruh anak didik dapat mengikuti kegiatan tersebu dengan bersungguh-sungguh sehingga dapat menyerap dengan baik ilmu yang diajarkan.
"Dukungan dari orang tua terhadap program di sekolah sangat diperlukan agar program bisa berjalan lancar dan diikuti semua siswa. Ada program di MI seperti program unggulan, yakni khatam Alquran setiap tahun kita laksanakan di sekolah. Alhamdulilah terlaksana dengan baik,"ucapnya.
Masnaldi menjelaskan, berbagai program yang mereka buat bertujuan memacu semangat anak. Dan, berhasil tidaknya juga tergantung dukungan orang tua murid. Karenanya, dia berharap para orang tua juga ikut mengontrol anak-anaknya agar benar-benar serius mengikuti kegiatan.
"Saya lihat acara khatam Alquran didukung sekali oleh orang tua wali murid. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini tidak berhenti.sampai di sini saja," ungkap Masnaldi sambil mengharapkan kepada para guru di sekolah agar terus berinovasi dan memberikan sumbangsih pada dunia pendidikan.
Khatam Al Quran di MIN 1 Tembilahan ini bukanlah yang pertama digelar. Tiap tahun program ini selalu diadakan karena.menjadi program andalan di sekolah tersebut.
"Jumlah kelas VI tahun ajaran 2019-2020 ada 48 siswa/siswi dan yang mengikuti khatam Alquran 24 orang. Itulah yang kami bisa lakukan," ulasnya.
Meski pihak sekolah juga akan memberikan piagam penghargaan kepada anak-anak yang mengikuti khatam Alquran, namun hal itu belumlah menjadi sebuah jaminan baik tidaknya seorang anak dalam membaca Alquran. Peran aktif orang tua sangat diharapkan untuk melatih kemampuan anak ketika di rumah.
"Saya mengucapkan ribuan terimakasih atas kerjasamanya. Sinergitas antara wali murid dan guru sangat diperlukan sehingga pendidikan karakter terhadap anak dapat diwujudkan," pungkasnya.
Sementara itu, Syahrul Badrin SH selaku orangtua dari salah seorang siswi bernama Nazma Aninda mengaku, sangat bersyukur dan bangga karena anaknya sudah bisa ikut dalam Khatam Al-Quran. Dia berharap kedepan bisa menjadi anak yang soleh dan soleha, berbakti pada orangtua, nusa dan bangsa.
"Kami mengucapkan terimakasih kepada para guru yang telah mendidik dan membimbing anak kami di sekolah. Anak-anak penghafal Al-Quran itu bisa jadi jembatan orangtuanya untuk masuk ke surga. Semoga anak saya dan teman-temannya di sekolah bisa jadi hafiz dan hafizah," harap Arul.(zon)