Presiden Penyair Sutardji Calzoum Bahri Akan Terima Gelar Kehormatan dari LAM Riau

Ruslan
1.103 view
Presiden Penyair Sutardji Calzoum Bahri Akan Terima Gelar Kehormatan dari LAM Riau
Abdul Kadir
Drs H Taufik Ikram Jamil M I Kom Ketua Panitia Penabalan Gelar Kehormatan Adat LAM Riau.

PEKANBARU, datariau.com - Presiden Penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bahri akan menerima gelar adat kehormatan dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau. Hal itu diungkapkan Drs H Taufik Ikram Jamil M I Kom Ketua Panitia Penabalan Gelar Kehormatan Adat Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau kepada datariau.com Jumat (2/11/2018).

Menurut Sekretaris Umum Lembaga Kerapatan Adat Melayu LAM Riau itu, Sutardji Calzoum Bahri akan menerima gelar kehormatan adat dengan gelar 'Datuk Seri Pujangga Utama'. 

"Ini bentuk penghargaan yang diberikan atas jasa-jasanya sebagai penyair di Indonesia," sebut TIJ sapaan akrabnya. 

Prosesi pemberian gelar adat sambung TIJ, akan dilakukan di Gedung Balai Adat Melayu Riau pada tanggal 29 Shafar 1440 H atau Rabu 7 November 2018 M Pukul 08.00 WIB.

"Penabalan gelar adat akan dipimpin langsung oleh Datuk Seri H Al Azhar dan Datuk Seri Syahril Abubakar," sebut budayawan yang lahir di Teluk Belitung, Bengkalis 19 September 1963 itu.

Sutardji dikenal sebagai pembaharu perpuisian Indonesia. Terutama karena konsepsinya tentang kata yang hendak dibebaskan dari kungkungan pengertian dan dikembalikannya pada fungsi kata seperti dalam mantra.

Diantara karya fenomenal Sutardi berjudul, 'O Amuk Kapak' merupakan penerbitan lengkap sajak-sajak dari periode penulisan 1966 sampai 1979. Tiga kumpulan sajak itu mencerminkan secara jelas pembaharuan yang dilakukannya terhadap puisi Indonesia modern.

Berikut sepintas tentang Sutradji, pada musim panas 1974, Sutardji Calzoum Bachri mengikuti Poetry Reading International di Rotterdam. Kemudian ia mengikuti seminar International Writing Program di Iowa City, Amerika Serikat dari Oktober 1974 sampai April 1975. Sutardji juga memperkenalkan cara baru yang unik dan memikat dalam pembacaan puisi di Indonesia.

Sejumlah sajaknya telah diterjemahkan Harry Aveling ke dalam bahasa Inggris dan diterbitkan dalam antologi Arjuna in Meditation (Calcutta, India), Writing from the World (Amerika Serikat), Westerly Review (Australia) dan dalam dua antologi berbahasa Belanda: Dichters in Rotterdam (Rotterdamse Kunststichting, 1975) dan Ik wil nog duizend jaar leven, negen moderne Indonesische dichters (1979). Pada tahun 1979, Sutardji dianugerah hadiah South East Asia Writer Awards atas prestasinya dalam sastra di Bangkok, Thailand. (Abd)

Penulis
: Abdul Kadir
Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: datariau.com
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)