Pertamina Janji Sanksi Tegas Sopir Truk Minyak Kencing di Jalan

Admin
1.945 view
Pertamina Janji Sanksi Tegas Sopir Truk Minyak Kencing di Jalan
PEKANBARU, datariau.com - Menindaklanjuti temuan wartawan yang mendapati truk tangki milik Pertamina nomor plat BM 8445 MU, diduga sedang melakukan "kencing minyak" di salah satu tempat penampungan minyak di Kota Pekanbaru, tengah diusut secara internal oleh Pertamina.

"Jika terbukti bersalah, kami pasti terapkan sanksi sesuai peraturan, tapi semua melalui proses yang benar dan fair, oknum supir tangki Pertamina masih dalam proses, belum penetapan sanksi," kata Communication & CSR Pertamina MOR I Sumatera Utara Roby Hervindo, saat dikonfirmasi datariau.com, kemarin.

Dikatakannya, terhadap temuan tersebut yang terlihat jelas dari foto dan video dokumentasi media, tampak truk sedang berada di salah satu tempat penampungan minyak di Jalan Tanjung Batu Kota Pekanbaru, seharusnya minyak tersebut diantarkan ke SPBU, namun sopir singgah di tempat tersebut dan mengeluarkan sejumlah minyak, maka akan diproses.

"Sanksi tergantung pembuktian tingkat pelanggaran yang dilakukan, kami tidak bilang pelaku tidak akan ditindak, tapi kan ini negara hukum, tentunya ada proses untuk membuktikan," tegasnya.

Roby Hervindo juga mendukung setiap ada pelanggaran terhadap oknum supir tangki tersebut untuk dapat dipublikasikan. "Mesti diberitakan supaya jadi pelajaran buat yang lain, bahwa Pertamina tidak tolerir tindakan semacam ini. Kita akan usut dan berikan sanksi yang sesuai," katanya.

Sebelumnya diberitakan, aksi truk tangki milik Pertamina 'kencing di jalan' tertangkap kamera di Kota Pekanbaru. Kasus dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak bersubsidi itu berhasil terpantau dan didokumentasikan oleh tim Datariau.com dalam bentuk foto dan video.

Terlihat truk tangki Pertamina dengan nomor plat BM 8445 MU itu menurunkan muatan minyak atau 'kencing' di pinggir jalan Tanjung Batu Pesisir Lima Puluh Kota Pekanbaru, Selasa (16/7/2019).

Aksi seperti ini sangat banyak ditemukan, tak hanya di Kota Pekanbaru namun di beberapa kabupaten lainnya di Provinsi Riau, terdapat tempat penampungan minyak yang sampai saat ini belum ada tindakan nyata dilakukan aparat untuk menindaknya.

Modus operasi yang dilakukan oknum ini biasanya membuka lokasi seperti gudang, juga bisa seperti rumah makan, kemudian beberapa truk minyak parkir di sana dan minyak yang ada dalam tangki yang seharusnya diantar ke SPBU diambil beberapa jerigen oleh anak buah pemilik penampungan minyak tersebut. Minyak subsidi itu yang seharusnya dinikmati rakyat kecil, mereka rampas untuk dijual ke pabrik dan penampung lainnya. (win)
Penulis
: Windy