PK KNPI Tualang Minta Truk Tak Lagi Lalui Jembatan Maredan Serta Tindak Tegas Angkutan Over Tonase

Hermansyah
1.403 view
PK KNPI Tualang Minta Truk Tak Lagi Lalui Jembatan Maredan Serta Tindak Tegas Angkutan Over Tonase
Pertemuan Ormas LMR dengan salah seorang anggota DPRD Siak dalam persoalan Jembatan Sultan Syarif Hasim II (Jembatan Maredan).

SIAK, datariau.com - Pimpinan Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (PK KNPI) Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Sabtu (8/9/2018), meminta agar truk tidak lagi melalui Jembatan Sultan Syarif Hasim II serta pihak terkait segera menindak angkutan over tonase agar jembatan dan jalan tidak rusak.

Kepedulian terhadap Jembatan Maredan yang menjadi icon (kebanggaan), khususnya bagi masyarakat Perawang, Kecamatan Tualang saat ini dalam kondisi yang memprihatinkan. Sebab, kondisi beberapa bagian tertentu seperti Expansion Join atau penyambung antar sisi lantai jembatan tersebut saat ini justru menggalami kerusakan dan membentuk lubang menggangga.

Hal itu disampaikan oleh Ketua PK KNPI Tualang Ika Rahman kepada awak media ini menyebutkan. Bahwa ia sangat prihatin dengan kondisi Jembatan Maredan saat ini, terlebih lagi mengalami kerusakan cukup parah pada bagian-bagian tertentu.

"Jembatan ini adalah aset dan kebanggaan kami masyarakat Perawang, kami pikir agar jembatan dan jalan itu terawat dan kondisi atau ketahanannya berumur panjang, kami minta mobil yang berukuran besar agar tidak lagi diperbolehkan lewat jembatan, kecuali angkutan umum atau angkutan yang memang milik pemerintah. Kepada Dishub ataupun Satlantas agar dapat menindak tegas angkutan yang bermuatan lebih (over tonase)," harapnya. 

Lanjut Ika, permasalahan pada Jembatan Maredan ini memang sudah menjadi perhatian serius, khususnya bagi masyarakat Kecamatan Tualang, sebab masyarakat menilai kondisi jembatan sudah sangat memprihatinkan sekali. 

"Dapat kita lihat jembatan sudah rusak dan berlubang, kalau struktur jalan diatas jembatan itu sendiri pun saat ini bergelombang. Sekarang kita tidak tau berapa ketahanan jembatan menampung beban, tentu ketahanan jembatan saat ini tidak seperti awal dibuat duhulunya. Jangan nanti sudah ada kecelakaan memakan korban jiwa akibat kerusakan tersebut atau bahkan sempat nanti roboh (ambruk) baru pada sibuk," jelas pemuda kelahiran Perawang tahun 1985 itu.

Menurut pemuda Perawang itu yang resmi dilantik sebagai Ketua PK KNPI terpilih beberapa waktu lalu itu menerangkan, bahwa dengan kondisi jembatan yang kita ketahui bersama saat ini sudah semestinya mencari solusi untuk jangka panjang yang harus dicapai. 

"Tadi saat pertemuan dengan LMR dengan anggota DPRD Siak telah saya sampaikan, pada intinya bagaimana mobil berukuran besar agar tidak lagi melalui jembatan. Mungkin salah satunya melalui penerapan kelas jalan ataupun aturan yang lainnya, sebab kalau tidak begitu menurut saya kurang efektif, kalau nanti dibiarkan lewat walaupun ada penjagaan nantinya rentan dengan pungli. Kalau tidak dijaga nanti angkutan over tonase akan sesuka-sukanya melewati jembatan," ungkapnya.

Dari informasi yang berhasil dihimpun dilokasi petang tadi, dimana bahwasanya aksi pelarangan bagi angkutan berukuran besar (over tonase) agar tidak melalui Jembatan Maredan tersebut bukan untuk yang pertama kalinya, justru ini sudah dilakukan masyarakat Kecamatan Tualang sebelumnya. 

Dan sebelum aksi yang dilakukan oleh Ormas LMR pada Jum'at (7/9/2018) kemarin, aksi serupa pun telah dilakukan oleh sekelompok pemuda di Kecamatan Tualang. Namun, belum juga menemukan titik terang dan solusi yang baik untuk mengatasi ini.

Penulis
: Hermansyah
Editor
: Hermansyah
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)