DATARIAU.COM - Tim Kukerta UNRI 2019 di Desa Meskom, adakan
pelatihan pembuatan dan pengemasan nugget ikan kepada ibu-ibu PKK (Pemberdayaan
Kesejahteraan Keluarga) di Desa Meskom. Kegiatan ini sendiri dilakukan pada 21
Juli 2019 di Balai Pelatihan Desa Meskom.
Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan PKK di Desa
Meskom sekaligus mensukseskan program kerja Tim Kukerta UNRI 2019. Pelatihan ini berlangsung
mulai pukul 14.00 WIB sampai dengan pukul 16.30 WIB.
Dihadiri langsung oleh Bapak Kepala Desa Meskom, Bapak Usman
SP, dan Ibu Ketua PKK, Ibu Rosidawati kegiatan ini berlangsung lancar. Dimulai dengan pembukaan oleh Master Of Ceremony (MC) pada
hari itu Saudari Pioni Auzella Wahyuni, dilanjutkan dengan kata sambutan oleh Agus Nurokhim
selaku Koordinator Desa (Kordes) Kukerta UNRI Desa Meskom 2019.
Dalam kata sambuatannya Saudari Agus menyampaikan.
"Semoga kegiatan pelatihan yang hari ini sama-sama kita lakukan memberikan
manfaat kepada ibu-ibu sekalian dan juga dapat memberi inspirasi kalau-kalau
ibu-ibu ingin membuka usaha dirumah," kata Agus.

Selanjutnya dilanjutkan dengan kata sambutan oleh Ibu
Rosidawati selaku Ketua PKK dan Bapak Usaman, selaku Kepala Desa Meskom. Dalam
kata sambutannya, bapak Usman menyampaikan harapannya terhadap dilakukannya
kegiatan pelatihan ini. Beliau menyampaikan.
"Semoga dengan diadakannya kegiatan ini dapat menambah ilmu
ibu-ibu dalam mengolah makanan, sehingga nantinya dapat dimanfaatkan baik dalam
hal menaikkan pendapatan keluarga maupun memabantu memperbaiki gizi anak, kalau ada anaknya yang
tidak suka sayur maupun ikan, bisa dijadikan nugget, kan tidak keliatan fisiknya.
Jadi anaknya tetap bisa menikmati ikan dan sayur walaupun dalam bentuk yang berbeda," katanya.
Pelatihan ini sendiri dipandu langsung oleh Gita Amelia
sebagai penanggung jawab program kerja ini, beliau adalah mahasiswi UNRI jurusan
Teknologi Hasil Perikanan, FPK. Kegiatan ini berlangsung selama lebih kurang 2 setengah jam,
dimulai dengan penyampaian mengenai nugget itu sendiri.
Pada pelatihan itu tim kukerta menggunakan ikan tenggiri
sebagai ikan yang diolah, dan jagung sebagai bahan campuran untuk menambah
nutrisi pada nugget tersebut.
"Jadi bu, nugget ini tidak harus menggunakan ikan tenggiri
ya, bisa juga menggunakan ikan lain, seperti ikan Belukang, ikan Patin, dan ikan lain yang
dagingnya putih dan harganya lebih ekonomis dari pada ikan tenggiri. Selain itu untuk
campurannya juga tidak harusjagung, bisa diganti dengan tempe, tahu, maupun jantung
pisang. Sehingga bisa memanfaatkan apa-apa yang sekiranya banyak kita temui
disekitar kita," jelasnya.

Selanjutnya, Gita dan rekan-rekan kukerta UNRI lainnya
mendemokan pembuatan nugget ini didepan ibu-ibu PKK yang berkesemoatan hadir pada
saat itu. Selama demo dilakukan ibu-ibu juga beberapa kali menanyakan beberapa hal
terkait pembuatan nugget ikan yang sekiranya kurang mereka pahami. Setelahnya tim
juga menunjukkan proses pelumuran tepung panir dan penggorengannya. Setelah nugget
selesai digoreng tim juga mengajarkan platting atau menghias piring saji sehingga
terlihat lebih menarik saat disajikan kepada anak-anak.
Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan pengemasan nugget ikan
yang baik dan benar sehingga dapat dipasarkan oleh ibu-ibu. Dalam hal ini
digunakan Plastik Zip untuk membantu nugget tetap dalam keadaan baik saat dipasarkan,
tapi dengan syarat harus tetap dimasukkan ke dalam kulkas, karena nugget yang dibuat pada
pelatihan tersebut tidak menggunakan tambahan pengawet apapun, sehingga lebih sehat
namun rentan basi atau berjamur.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini juga tim Kukerta UNRI 2019
Desa Meskom berharap, pelatihan ini dapat memberikan manfaat dan pengetahuan baru
bagi ibu-ibu dalam hal mengelola hasil laut yang melimpah dan memanfaatkan bahan
makanan seperti jantungpisang yang mudah ditemui, mempunyai segudang manfaat, namun
kurang bernilai jual. Sehingga nantinya dapat membantu memperbaiki kondisi
perekonomian keluarga, apabila dipasarkan. (rls)
*** By: Dira Andriani (Tim Kukerta UNRI 2019 Desa Meskom, Bengkalis)