BENGKALIS, datariau.com - Lingkungan merupakan salah satu unsur kehidupan yang vital karena berhubungan langsung dengan masyarakat. Lingkungan yang asri akan membuat kehidupan makhluk hidup di sekitarnya lebih baik. Salah satu peranan lingkungan yang berhubungan dengan banyak unsur kehidupan adalah lingkungan hijau.
Sekarang ini, Indonesia tidak luput dari upaya eksploitasi, baik yang dilakukan secara sengaja maupun tidak. Eksploitasi terhadap lingkungan hijau dengan tidak menyertakan konsep ekologi, akan dapat menimbulkan kerusakan pada yang fatal jika terus menerus terjadi tanpa ada upaya perlindungan dan pengawasaan dari semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.
Mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat harus ikut berperan aktif dalam segala upaya yang berkaitan dengan perlindungan dan pengawasan lingkungan hijau yang merupakan bagian vital kehidupan.
Karena itulah, Kukerta Universitas Riau 2018 yang berada di Desa Buruk Bakul, Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis, tergerak untuk melaksanakan gerakan peduli lingkungan hijau dengan mengusung konsep “Harmoni Penghijauan” dan slogan kebanggaan “Siap Mengabdi, untuk Negri!!”.
Harmoni Penghijauan adalah sebuah kegiatan penanaman 1500 bibit pohon lindung dan buah di desa Buruk Bakul, Bukit Batu-Bengkalis.
Kegiatan ini telah dilaksanakan pada Sabtu, 18 Agustus 2018, dengan dihadiri oleh beberapa tamu undangan, seperti UPT Lingkungan Kecamatan Bukit Batu, Babinsa Kecamatan Bukit Batu, Bhabinkhatibmas Buruk Bakul, Kepala Desa Buruk Bakul, PKK Desa Buruk Bakul, perwakilan SD dan SMP desa Buruk Bakul, Perwakilan Kukerta UNRI 2018 se-Kecamatan Bukit Batu, Kukerta UIN Suska Pekanbaru dan STIE Syariah Bengkalis, bersama seluruh elemen masyarakat Desa Buruk Bakul.
Acara ini sukses terselenggara dengan pembukaan yang berlangsung di halaman Kantor Desa Buruk Bakul. Dalam kegiatan ini, bibit diperoleh dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau. Pohon Lindung yang ditanam sekitar 500 bibit dengan jenis Mahoni, Trembesi dan Pulai. Sementara untuk 1000 bibit lagi merupakan jenis pohon buah yaitu Sirsak, Durian dan Cempedak. Untuk bibit Buah, akan dibagian ke setiap warga di desa Buruk Bakul bekerjasama dengan RT RW setempat.
“Dengan total 1500 bibit pohon ini, kami harapkan dapat membuat desa Buruk Bakul ini menjadi desa hijau dan asri. Sehingga bisa menjadi percontohan bagi desa-desa lain untuk peduli lingkungan. In syaa Allah hasilnya akan sama-sama kita nikmati dalam 10-20 tahun mendatang,” ungkap Muhammad Solikhin selaku Koordinator Desa Kukerta UNRI 2018 Buruk Bakul.
“Kami sangat berterimakasih kepada Kukerta UNRI 2018 yang telah bersedia melakukan penghijauan di desa ini. Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat desa Buruk Bakul untuk bisa merawat seluruh bibit pohon yang telah ditanam. Sehingga mereka dapat tetap bisa tumbuh dan anak cucu kita dapat menikamtinya,” ungkap Jatmiko, selaku UPT Lingkungan Bukit Batu.
“Kegiatan ini sangat edukatif. Penanaman ini mampu menumbuhkan semangat cinta lingkungan kepada anak-anak sekolah dan seluruh partisipan yang tergabung dalam tim tanam hari ini. Semoga pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik,” ujar Richi Sagita, selaku Bhabinkhatibmas desa Buruk Bakul saat diwawancarai.

Kegiatan penanaman ini berlangsung selama seharian, dimulai dari pagi dan dilanjutkan pada sore harinya. Titik penanamannya adalah di sepanjang bahu jalan desa Buruk Bakul.

“Agenda ini cukup bagus ya, karena dapat membuat desa Buruk Bakul menjadi lebih hijau lagi,” ujar Ujang, salah seorang masyarakat desa Buruk Bakul yang ikut dalam aksi penanaman tersebut.
Untuk bibit pohon buah akan dibagikan kepada seluruh masyarakat melalui RT di setiap desa Buruk Bakul. Bibit akan dibagian secara merata dengan jenis yang beragam. Semoga dengan penanaman ini akan membuat desa Buruk Bakul lebih asri dan menumbuhkan semangat peduli lingkungan. (rls)