DATARIAU.COM - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) mengakui bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa di semua provinsi belum mencapai 100 persen. Tercatat baru ada sekitar 30 kabupaten saja yang seluruh desanya sudah mencairkan BLT kepada masyarakat.
"Kami mencatat baru sekitar 30-an kabupaten yang seluruh desanya telah menyalurkan bantuan langsung tunai yang bersumber dari dana desa," kata Direktur Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementerian PDRT, Moh Fachri dalam diskusi virtual di Jakarta, Kamis (14/5).
Adapun besaran BLT ditetapkan dalam Peraturan Menteri Desa Nomor 6 Tahun 2020 yakni sejumlah Rp600.000 per Kartu Keluarga (KK) dengan durasi selama tiga bulan dimulai dari bulan April Mei dan Juni. Tentunya dengan mempertimbangkan ketersediaan dana desa di masing-masing rekening kas desa.
Sesuai dengan Permendes Nomor 6, perhitungan alokasi dana desa yang disalurkan untuk BLT terdiri dari tiga kluster. Pertama, bagi penerima dana desa kurang dari Rp800 juta maka wajib mengalokasikan BLT dana desanya maksimal sebesar 25 persen dari jumlah dana desa yang diberikan pemerintah.
Kemudian kedua, desa penerima dana desa antara Rp800 juta sampai dengan Rp1,2 miliar itu harus mengalokasikan BLT maksimal 30 persen. Dan bagi desa penerima dana desa lebih dari Rp1,2 miliar mengalokasikan dana desanya untuk BLT sebesar 35 persen.
"Namun di dalam proses pendataan bagi desa yang jumlah keluarga miskin lebih besar daripada anggaran maksimal yang ditetapkan desa tersebut dapat melakukan penambahan alokasi setelah mendapat persetujuan dari pemerintah kabupaten," kata dia.
Pembagian Dana Desa
Berdasarkan perhitungannya dari 74.953 jumlah desa yang ada di seluruh Indonesia terdapat 21.000 desa lebih yang dana desanya di bawah Rp800 juta. Artinya jika dihitung maksimal masing-masing mengeluarkan 25 persen berarti ada sekitar Rp511 miliar BLT disalurkan dari 21.000 desa tersebut.
Kemudian desa dengan penerima dana desa Rp800 juta sampai Rp1,2 miliar menjadi kelompok yang paling besar, yakni mencapai 42.000 desa. Jika rata-rata dihitung mengeluarkan 30 persen dari dana desa yang didapat maka hampir sekitar 15 triliun diberikan untuk BLT.
Selanjutnya, untuk kluster ketiga terdapat sekitar 10.000 desa yang telah menerima dana desa di atas Rp1,2 miliar. Sehingga ketika mengalokasikan BLT dana desa maksimal 35 persen maka kurang lebih mencapai Rp6 triliun.
"Sehingga kalau dia lokasi secara keseluruhan target kita Rp22,408 triliun bantuan langsung tunai yang akan disalurkan oleh pemerintah ke masyarakat untuk sekitar 12 juta lebih keluarga miskin penerima bantuan selama 3 bulan," tandas dia. (*)