Kejar Target 20 Juta Wisman 2019, Indonesia Bakal Miliki LCCT

Ruslan
577 view
Kejar Target 20 Juta Wisman 2019, Indonesia Bakal Miliki LCCT

JAKARTA, datariau.com - Presiden Jokowi menargetkan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 20 juta di 2019. Untuk mencapai target ini, pemerintah akan akan membuat terobosan besar, yaitu dengan membangun bandara dengan format Low Cost Carrier Terminal (LCCT).

Terkait hal ini, Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan, pertumbuhan penumpang internasional setiap tahunnya rata-rata 13 persen. Dari angka tersebut, pertumbuhan penumpang yang menggunakan layanan Full Service Carriers (FSC) sekitar 7 persen per tahun, sedangkan Low Cost Carriers 55 persen per tahun.

"Target yang diberikan presiden kepada kita harus naik rata-rata 20 persen per tahun, kalau kita gunakan cara yang biasa FSC, maka pertumbuhan tidak akan pernah tercapai. Solusinya harus dengan LCCT," kata Arief dalam keterangan tertulis, Senin (16/7/2018).

Lebih lanjut, Arief memuji kecepatan dan keseriusan membangun LCCT ini. Dirinya mengatakan target 20 juta wisman tidak akan tercapai hampir pasti tidak akan tercapai, jika menggunakan cara yang biasa. 

"Hasil yang luar biasa hanya bisa ditempuh dengan cara yang tidak biasa! LCCT ini adalah salah satunya. Inilah yang disebut Indonesia Incorporated! Kompak, solid, maju bersama, saling support, antarkementerian untuk Indonesia maju," kata dia. 

Arief memberi contoh Airports di Jepang yang sudah mulai menyiapkan budget terminal sejak tahun 2012, yaitu di Bandara Narita (NRT) Tokyo, Bandara Naha (OKA) Okinawa. Lalu bandara Chubu (NGO) Nagoya dan Bandara Kansai (KIX) Osaka.

Dirinya melanjutkan, Bandar Udara Narita sudah mulai membangun T3 untuk LCC sejak April 2015. Pax trafik LCC kemudian terus tumbuh dari 11,5 persen menjadi 31 persen pada 2017, dari pax trafik keseluruhan di Bandara Narita, Tokyo.

"Pertumbuhan trafik di LCCT jauh lebih tinggi dari Non-LCCT untuk destinasi yang sama," ujar Arief.

Begitu juga dengan bandara-bandara lainnya di Jepang yang memiliki LCCT, seperti Naha Airport yang pax trafiknya terus tumbuh. Pada 2017 bandara ini tercatat mengalami pertumbuhan 18 juta pax. Kemudian Nagoya Airport dan Kansai Airport yang juga membangun LCCT dan gencar menawarkan ke airlines.

"Jadi, untuk mencapai target spektakuler, dengan 20 juta wisman, kita menggunakan 3 strategi besar. Insentif Airlines (salah satunya dengan LCCT), Hot Deals, dan CDM (Competing Destination Model)," ujar Arief.

Menurutnya, dengan adanya terminal LCC, maka airlines bisa memotong biaya operasional hingga 50 persen, namun akan memiliki trafik yang meningkat dua kali lipat.

Dirinya juga tidak khawatir jika nantinya wisatawan yang berkunjung memiliki pengeluaran yang kecil. Ia mencontohkan Thailand yang memiliki banyak terminal LCC, namun Average Revenue per Arrival-nya (ARPA) mencapai US$ 1.500. Sedangkan Indonesia masih di angka US$ 1.200. Tingkat keterisian penumpang (okupansi) pesawat ke destinasi biasanya juga lebih banyak untuk kelas ekonomi.

"Ini bisa membuktikan penggunaan LCCT tidak mengurangi ARPA," jelasnya.

Rencananya, terminal LCC diproyeksikan dibangun di bandara yang telah memiliki lebih dari satu terminal. "Salah satu terminalnya bisa diarahkan untuk terminal LCC," pungkas Arief.

Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: detik.com
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)