WASHINGTON, datariau.com - Untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu tahun, Iran melakukan uji coba rudal balistik. Hal itu diungkapkan oleh tiga pejabat AS yang mengetahui tentang peluncuran tersebut.
Iran disebut melakukan uji coba rudal balistik jarak dekat, Fateh-110, bertepatan dengan latihan angkatan laut skala besar oleh pasukan Garda Revolusi akhir pekan lalu.
Sementara militer AS secara terbuka mengakui kegiatan angkatan laut, uji coba rudal yang dilakukan Korps Penjaga Revolusi Iran di Bandar-e-Jask di tenggara Iran belum pernah dilaporkan sebelumnya. Peluncuran itu dideteksi oleh satelit mata-mata AS.
Menurut para pejabat AS, rudal anti kapal Fateh-110 Mod 3 terbang lebih dari 100 mil di jalur penerbangan di atas Selat Hormuz ke berbagai lokasi uji coba di gurun Iran.
"Itu adalah peluncuran dari pantai ke pantai," kata seorang pejabat AS yang menjelaskan peluncuran itu, yang meminta anonimitas untuk membahas informasi sensitif seperti dikutip dari Fox News, Sabtu (11/8/2018).
Menurut pejabat tersebut, tidak ada aset militer AS di dekatnya atau dalam situasi berbahaya saat Iran melakukan tes. Kapal perusak rudal USS The Sullivab telah mengawal kapal melalui selat dalam beberapa hari terakhir.
Seorang juru bicara Pentagon menolak berkomentar mengenai peluncuran rudal balistik Iran.
Peluncuran rudal minggu lalu adalah tes pertama yang diketahui dari Fateh-110 dalam lebih dari setahun sejak sepasang dari jenisnya diluncurkan berturut-turut pada Maret 2017. Salah satu rudal pada tahun lalu menghancurkan tongkang apung sekitar 155 mil jauhnya.
Komandan Amerika untuk pasukan AS di Timur Tengah mengatakan kepada wartawan bahwa kegiatan angkatan laut Iran baru-baru ini dimaksudkan untuk "mengirim pesan" ke Amerika Serikat.
"Saya pikir sangat jelas bagi kami bahwa mereka mencoba menggunakan latihan itu untuk mengirim pesan kepada kami bahwa ketika kami mendekati periode sanksi ini, mereka memiliki beberapa kemampuan," Jenderal Joseph Votel mengatakan di Pentagon.
Tidak segera jelas apakah uji coba rudal itu terjadi Kamis atau Jumat, tetapi para pejabat AS mengatakan itu terjadi sebagai bagian dari latihan angkatan laut tahunan Iran. Latihan ini dilakukan lebih cepat dari waktu biasanya jelang jatuhnya sanksi AS kepada Negeri Mullah itu.
"Ini rutin untuk melihat Iran melakukan uji coba rudal selama latihan tahunan ini," kata seorang pejabat.
Awal pekan ini, John Bolton, penasehat keamanan nasional Presiden Trump, mengatakan sanksi baru AS yang dijatuhkan kepada pada Iran dimaksudkan untuk menekan pemerintah di Teheran atas kegiatan militernya di Timur Tengah dan program rudal balistiknya.