PEKANBARU, datariau.com - Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Akhmad Mujahidin, tidak terlalu mempermasalahkan tudingan dirinya ikut menyuap Ketua Umum PPP Romahurmuziy yang ditangkap KPK sepekan lalu.
Tudingan itu sedang ramai di media sosial. Ia juga tak menanggapi langkah Wakil Rektor II UIN Suska Kusnadi yang dipecatnya, melaporkan dirinya ke KPK.
Dalam tanggapannya melalui pesan Wathsapp, Mujahidin mengajak semua pihak menjaga ketrentraman.
"Mari kita ciptakan suasana yang sejuk kondusif di kampus. Hindari kegiatan yang tidak produktif. Kita cetak prestasi. Jika ada masalah hukum biarlah penegak hukum yang melaksanakan tugasnya," tulisnya dikutip riauterkinicom, Kamis (21/3/2019).
Ia lalu mengatakan bahwa kebenaran akan muncul saatnya. Mujahidin juga menegaskan bahwa prinsipnya selalu menjauhi segala hal yang diharamkan Tuhan.
Dalam kesempatan itu, Mujahidin juga menyampaikan prestasi akademik yang baru dicapai Program Studi Komu Komunimasi Fakultas Dakwa dan Komunikasi, berupa Akreditasi A. Dengan demikian, Prodi tersebut bisa membuka program pasca sarjana.
Dengan info tersebut, Mujahidin ingin menegaskan bahwa situasi internal di UIN Suska sangat kondusif. Tidak terganggu gonjang-ganjing apapun. Karena itu, ia berterima kasih pada semua komponen UIN Suska yang tetap komit mendukung segala upaya memajukan UIN Suska menjadi perguruan tinggi kaliber dunia.
Sebelumnya, viral di media sosial di Riau yang dikejutkan dengan munculnya info bahwa saat menggeledah ruang kerja Menteri Agama, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut menyita uang segepok merupakan suap dari Rektor UIN Suska Riau.
Info panas yang bersumber dari situs chripstory.com tersebut kemudian tersebar halaman pautannya. Lewat twitter dan juga pesan whatpsapp. Judulnya sangat menohok: "Ada Gepok untuk Romi Romahurmuzy dari Rektor UIN Riau, Sang Penipu Jokowi dan Perlindungan oknum Kementerian Agama RI".

Dari tampilan data di situs tersebut, info tersebut sudah lebih 5 ribu kali dibaca. Hanya saja, tidak ada artikel apapun selain judul dalam berita tersebut.
Terkait informasi sumir tersebut, juru bicara KPK Febri Diansyah enggan menanggapi. Ia hanya menyarankan kepada masyarakat yang punya informasi dugaan praktek suap maupun korupsi untuk lapor KPK. "Kita sangat terbuka. Persilahkan masyarakat lapor kalau punya informasi dugaan suap ataupun kosupsi," himbaunya.
Belakangan nama Rektor UIN Suska Akhmad Mujahidin sedang santer dikaitkan dengan KPK. Selain karena beredarnya info sumir soal gepok suap pada Romi, juga karena Kusnadi, Wakil Rektor II UIN Suska yang diberhentikan Mujahidin, beberapa hari lalu menyambangi gedung KPK di Jakarta.
Meskipun tidak secara terang-terangan mengaku melaporkan Mujahidin, tapi Kusnadi tidak menampik kemungkinan tersebut. (*)