Hubungan Inces di Pasaman Hingga Sang Kakak Hamil dan Buang Bayi ke Parit

Datariau.com
1.255 view
Hubungan Inces di Pasaman Hingga Sang Kakak Hamil dan Buang Bayi ke Parit
Ilustrasi

PASAMAN, datariau.com - Gegernya kasus penemuan mayat bayi laki - laki yang diduga hasil hubungan inces alias hubungan sedarah di Pasaman terus dikembangkan pihak kepolisian. Dari pengakuan tersangka S (18), bayi yang dikandung lalu dibuangnya itu hasil hubungan terlarang dengan adik kandungnya berusia 13 tahun.

Menurut pengakuan S, hubungan terlarang tersebut dimulai sejak pertengahan tahun 2019 lalu. Seiring berjalannya waktu, hubungan kakak adik inipun terus berlanjut hingga siswi SMA itu kemudian hamil.

Pada tanggal 14 Februari lalu, S tiba - tiba mengalami sakit perut. Dia merasa seperti hendak buang hajat (air besar). Ia pun lalu pergi ke kolam dekat rumahnya. Nyatanya yang keluar merupakan sesosok bayi laki - laki. 

"Pelaku yang panik mencoba untuk bangkit dan melihat anak tersebut. Pelaku menduga anak yang baru lahir itu telah meninggal dunia. Kemudian pelaku membuang bayinya ke parit yang berada tidak jauh dari lokasi yang ditemukan warga dalam keadaan membusuk, Ahad (16/2)," jelas Kasat Reskrim Polres Pasaman AKP Lazuardi, pada Selasa (19/2) lalu.

Sebelum kasus ini terungkap, jelas Kasat Reskrim itu, ternyata orangtua terutama ibu kandung mereka telah curiga atas perilaku kedua anaknya tersebut, terutama kepada S ini.

"Orangtua pelaku sebelumnya telah mempertanyakan kejanggalan yang dilihat atas pelaku S dan adiknya ini. Namun, keduanya menutupi dan membohongi orangtua mereka," kata AKP Lazuardi seperti yang dilansir datariau.com dilaman harian umum independen Singgalang.

Di sisi lainnya kasus ini terungkap, jelas Lazardi lagi, keluarga S ternyata teramat pas pasan. S yang tinggal bersama sang ibu bersama ketiga adiknya itu dirumahnya yang sangat memprihatinkan. 

"Diduga kuat, pelaku dan adiknya tidak mengetahui akibat atas tindakan mereka ini. Kami simpulkan melihat situasi keluarga mereka yang pra sejahtera. Ditambah, ayah mereka telah pisah dengan sang ibu sejak 10 tahun silam. Sedangkan sang ibu yang sibuk pergi ke sawah dari pagi hilang pulang sore hari," jelas Lazardi.

Akibat tindakan tersangka S ini pihak penyidik menjerat pelaku dengan Pasal 80 ayat 3 dan 4, Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 Jo Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 341 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.(*)

Sumber
: Harian Umum Singgalang
Tag:Bayihamil