Gubernur Tak Percaya 2.488 Warga Riau Terkena ISPA Akibat Kabut Asap

datariau.com
722 view
Gubernur Tak Percaya 2.488 Warga Riau Terkena ISPA Akibat Kabut Asap
Foto: Riauterkini.com
PEKANBARU, datariau.com - Gubernur Riau Syamsuar tak percaya data yang disajikan Kepala Dinas Kesehatan Riau Mimi Yuliani Nazir, terkait jumlah penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) khususnya yang terjadi di daerah yang terdampak akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), khsusnya di Rupat dan Dumai.

Orang nomor satu di Riau ini meminta Kadiskes Riau untuk mengkroscek kembali data ISPA yang disebut berasal dari laporan puskesmas dan pemerintah setempat.

"Rasanya tak masuk akal data yang ibu sampaikan itu. Coba cek lagi bu ya," kata Syamsuar, saat memimpin rapat Karhutla di Lanud Roesmin Nurjadin, Rabu (27/2/2019).

Data ISPA yang membuat Syamsuar berkerut kening, lalu meminta Kadiskes kembali mengecek data hasil laporan itu, karena data penderita Ispa di Kota Dumai jauh lebih besar dari pada di Pulau Rupat, tempat banyaknya terdapat sumber Karhutla.

Menurut Syamsuar, kondisi udara di Rupat justru lebih berbahaya daripada di Dumai. Namun untuk korban ISPA justru lebih besar di Dumai.

Kadiskes sempat menyela dengan alasan, arah asap, berdampak di Dumai. Namun Syamsuar kembali meragukan data yang disampaikan Kadiskes tersebut.

Kadiskes mengatakan, jumlah total data penderita ISPA yang ada di Rokan Hilir, Dumai dan Bengkalis sebanyak 2.488 kasus. Dari jumlah itu Rohil terdapat 42 kasus, Bengkalis khususnya Rupat 247 kasus. Sedangkan Dumai dilaporkan 2.199 kasus.

Lebih lanjut, Kadiskes juga menyampaikan soal penyaluran masker ketiga daerah yang terdampak Karhutla tersebut. Kemudian ada juga penyaluran makanan untuk ibu hamil dan balita. (*)
Editor
: Redaksi
Sumber
: Riauterkini.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)