Gawat, Seratusan Perangkap Ditemukan di Hutan

datariau.com
5.630 view
Gawat, Seratusan Perangkap Ditemukan di Hutan
Ilustrasi (Foto: Internet)
DATARIAU.COM - Sebanyak 170 jerat perangkap satwa ditemukan di dalam hutan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Saat itu, tim melakukan operasi bersih jerat perburuan hewan liar di kawasan konservasi.

"Kita melakukan operasi sapu jerat itu sejak 25 November hingga 7 Desember 2019. Total yang kita amankan sebanyak 170 jerat dari kawasan hutan di Riau," ujar Kepala BBKSDA Riau, Suharyono kepada merdeka.com, Minggu (8/12).

Dia menyebutkan, operasi jerat ini cukup efektif dan diketahui model jerat yang semakin variatif yang dibuat sekelompok masyarakat. Jeratan itu mengancam satwa liar dilindungi di areal konservasi.

"Kematian satwa liar di Riau, salah satu faktornya adalah perburuan liar," kata Suharyono.

Jeratan itu juga yang menimbulkan konflik antara manusia dengan satwa liar. Tidak sedikit satwa dilindungi yang mati diburu sekelompok pemburu satwa.

"Pemasangan jerat itu merupakan salah satu cara berburu satwa liar di Riau. Alasannya memasang jerat babi hutan," ketus Suharyono.

Haryono mengatakan, modus jerat untuk babi itu justru kebanyakan yang menjadi korban jerat justru satwa liar dilindungi. Seperti gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus), harimau sumatera (Pantera tigris sumatrae), dan beruang (Helarctos malayanus). Bahkan tapir (Tapirus indicus) tak luput dari jeratan serta satwa lainnya.

"Sejak 2018-2019 ada 4 ekor gajah sumatera yang terjerat. Harimau sumatera ada 3 ekor, beruang 2 ekor, tapir 2 ekor. Satwa itu terjerat di dalam kantong kawasan konservasi Giam Siak Kecil, Kerumutan, serta kawasan konservasi Zamrud," kata Haryono. (*)
Sumber
: https://www.merdeka.com/peristiwa/bbksda-riau-temukan-170-jeratan-perangkap-satwa-di-hutan.html
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)